
Atlet kano Indonesia Anwar Tarra (kanan) dan Yuda Firmansyah saat merebut emas nomor C2 1000 meter SEA Games Filipina di Subic (6/12/2019).
JawaPos.com – Dayung menjadi salah satu cabor yang tetap latihan saat pandemi korona menyebar di seluruh tanah air. Olahraga air itu menjalani pelatnas di kawasan waduk Jatiluhur, Purwakarta, sejak Januari.
PB PODSI memastikan mereka menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan virus korona baru.
Saat ini ada 16 atlet dayung yang tergabung dalam pelatnas. Mereka terdiri atas delapan atlet rowing dan delapan atlet kano. PB PODSI berharap bisa meloloskan empat nomor dari dua kategori itu untuk ke Olimpiade Tokyo 2020.
Wakil Ketua PB PODSI Budiman Setiawan menyatakan, pihaknya sudah memiliki perkiraan jadwal kejuaraan yang akan diikuti.
Salah satu event yang ingin diikuti adalah Asian Beach Games (ABG) 2020 yang bakal berlangsung di Sanya, Tiongkok, November mendatang. Juga ada beberapa kejuaraan kualifikasi olimpiade yang sempat tertunda di Thailand dan Korea Selatan tahun depan.
Muhammad Hadris, pelatih rowing Indonesia, menyatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir latihan masih sebatas untuk menjaga kondisi fisik. Namun, dengan target kejuaraan yang sudah jelas, mereka bisa meningkatkan intensitas latihan.
’’Kini kami sudah berlatih normal lagi. Atlet harus meningkatkan kemampuan fisik step-by-step,’’ ungkap Hadris.
Saat ini tim rowing Indonesia masih diliputi kepercayaan diri tinggi setelah memberikan kejutan di SEA Games di Filipina 2019. Pada ajang multievent terbesar se-Asia Tenggara itu, dayung sukses mengoleksi 10 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Hasil tersebut jauh melebihi target lima emas yang dicanangkan.
Hadris optimistis pihaknya bisa mengulang pencapaian di Olimpiade Rio 2016. Saat itu mereka meloloskan dua nomor. Bahkan, Memo yang terjun di nomor single sculls berhasil menembus final.
Soal peluang, Hadris bilang sangat terbuka. Meski berat. Dalam kualifikasi Asia, ada negara-negara kuat seperti Tiongkok, Korea, Jepang, India, dan Uzbekistan yang harus dikalahkan.
’’Untuk single sculls, harus masuk the best five di partai final kualifikasi. Dan untuk double sculls, harus masuk tiga besar di final, baru lolos ke olimpiade,’’ ujarnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
