
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja saat berlaga di perempat final All England 2020. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI).
JawaPos.com − Badminton World Federation (BWF) telah mengumumkan ketentuan baru mengenai kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Kemarin (28/5) mereka memastikan bahwa rangkaian lanjutan turnamen Road to Tokyo baru dimulai tahun depan.
Keputusan terbaru itu diambil setelah melalui proses yang cukup sulit. Komunikasi intensif dengan komisi atlet juga dilakukan untuk memastikan sistem kualifikasi tersebut adil bagi semua negara peserta.
Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund menyatakan, meski berbagai turnamen internasional sudah direncanakan kembali diadakan akhir tahun ini, pihaknya masih mempertimbangkan aturan pembatasan perjalanan di setiap negara peserta.
Apalagi, setiap negara memiliki aturan yang berbeda untuk menekan penularan Covid-19.
Dia memastikan amandemen tersebut telah disetujui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). ”Kami ingin menyelenggarakan turnamen-turnamen (kualifikasi) dengan berbagai penyesuaian baru dengan kondisi bulu tangkis dunia setelah Covid-19 mulai mereda,” ujarnya dalam rilis resmi BWF.
Adanya aturan baru tersebut membuat posisi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja rawan tergeser. Saat ini, pasangan yang akrab dipanggil HafGlo itu menempati peringkat ke-8 alias batas akhir untuk lolos olimpiade.
Setidaknya, ada dua pasangan pesaing yang siap menyalip posisi HafGlo. Mereka adalah duet Hongkong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet di peringkat ke-9 dan pasangan Inggris Marcus Ellis/Laurent Smith (10).
Indonesia sendiri sudah meloloskan ganda campuran nomor empat dunia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ke Tokyo 2020.
Mereka bisa menjadi batu sandungan. Sebab, Hongkong dan Tiongkok akan mendapat poin dari ajang Badminton Asia Mixed Team Championships 2021 (BAMTC). Hal itu disebabkan dua negara tersebut tahun ini tidak mendapat poin dari kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC) yang berlangsung di Manila, Filipina, pada Februari.
Absennya Tiongkok dan Hongkong terkendala peraturan pembatasan perjalanan akibat Covid-19 dari pemerintah Filipina. Kejuaraan beregu Asia setiap tahun memainkan format pertandingan yang berbeda. Pada tahun genap, BATC menggunakan format sesuai Piala Thomas dan Uber.
Sebab, kejuaraan tersebut juga dimainkan pada tahun genap. Format yang digunakan di Piala Thomas dan Uber adalah masing-masing tim putra dan putri memainkan pertandingan di lima nomor yang terdiri atas 3 tunggal dan 2 ganda.
Sebaliknya, pada tahun ganjil, BAMTC menggunakan format beregu campuran seperti Piala Sudirman. Yakni, terdiri atas satu wakil di setiap nomor yang meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Hal itu disebabkan Piala Sudirman dipentaskan pada setiap tahun ganjil.
Jika tim Tiongkok dan Hongkong mendapatkan poin dari BAMTC 2021, mereka juga akan mendapat poin untuk pemain ganda campuran. Sementara itu, mereka yang bertanding di BATC 2020 tidak mendapat poin karena nomor ganda campuran tidak dimainkan di BAMTC 2020 mengingat format yang berlaku adalah format Piala Thomas dan Uber.
Ketua Event Committee Badminton Asia Confederation Bambang Roedyanto menuturkan, pemberian poin untuk tim Tiongkok dan Hongkong yang tidak ikut di BATC tidak masalah. ”Yang jadi perhatian adalah mereka akan dapat poin dari BAMTC 2021 yang ada nomor ganda campurannya. Ini menjadi tidak fair untuk negara-negara lain,” ucapnya.
Pria yang juga menjabat Kasubbid Hubungan Internasional PP PBSI itu melanjutkan, pihaknya telah meminta penjelasan dari BWF mengenai hal tersebut. Sebab, dari keterangan BWF, tidak dijelaskan apakah poin ganda campurannya dihitung atau tidak.
”Hanya ada statement akan mendapat poin dari BAMTC 2021 yang di dalamnya ada nomor ganda campuran,” ujarnya. Atas dasar itu, pihaknya tidak mau ada salah pengertian dan masih menunggu jawaban dari BWF.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
