
Anthony Sinisuka Ginting of Indonesia hits a return against Chen Long of China during their men
JawaPos.com ‒ Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) kembali mengumumkan penundaan jadwal perhelatan Thomas-Uber Cup 2020. Turnamen beregu paling bergengsi itu kini dijadwalkan 3‒11 Oktober. Penundaan kembali dilakukan karena pandemi Covid-19 diprediksi belum berakhir pada Agustus.
Awalnya, turnamen yang akan dihelat di Aarhus, Denmark, itu dijadwalkan pada 16‒24 Mei. Kemudian diundur menjadi 15‒23 Agustus. Namun, pemerintah Denmark memperpanjang larangan pertemuan besar di negeri itu hingga akhir Agustus.
BWF kemudian berkonsultasi dengan Badminton Denmark dan pemerintah Denmark. Dari hasil konsultasi itu disimpulkan, penundaan hingga Oktober adalah solusi terbaik.
Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund menuturkan, semua pihak memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh elemen yang terlibat dalam kejuaraan. Thomas menambahkan, jadwal baru ditetapkan juga setelah mendengarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
’’Memang menyelenggarakan Piala Thomas dan Uber sebelum September akan sulit,’’ ucapnya melalui rilis resmi kemarin. ’’Setiap saat kami memantau situasi dengan cermat jika keadaan berubah lagi,’’ imbuhnya.
CEO Badminton Denmark Bo Jensen menambahkan, mengubah jadwal memang cukup menyedihkan. Namun, keamanan seluruh elemen yang terlibat menjadi hal paling utama. ’’Ini masih merupakan prestasi bagi kami untuk tuan rumah,’’ katanya.
Dari 30 perhelatan, Piala Thomas hampir tak pernah diadakan di Eropa. Hampir semuanya diadakan di Asia. Piala Thomas pernah dimainkan di Eropa pada 1949 di Preston, Inggris, dan 1982 di London, Inggris.
Setelah 38 tahun, Eropa baru berkesempatan menjadi host, yakni di Aarhus, Denmark.
Bagaimana respons PBSI terkait dengan penundaan tersebut? Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, pihaknya belum bisa menilai apakah pemunduran jadwal itu menguntungkan atau tidak bagi Indonesia.
PBSI masih menunggu penyesuaian jadwal turnamen lain. Sebab, jadwal turnamen lain akan berpengaruh terhadap performa tim Thomas-Uber nanti. ’’Kami baru tahunya Thomas dan Uber Cup ini (yang diundur, Red). Sedangkan turnamen lainnya belum tahu,’’ katanya.
Lantaran menunggu turnamen lainnya, strategi juga belum ditentukan. Idealnya, kata Budi, panggilannya, ada turnamen-turnamen yang dilangsungkan sebelum turnamen sebesar Piala Thomas dan Uber sebagai pemanasan. Tujuannya, atlet lebih siap.
Persiapan lebih dari lima bulan cukup bagus bagi kontingen Indonesia. Pada ajang tersebut, tim Merah Putih bertekad membawa pulang Piala Thomas. Sementara itu, tim Uber ditargetkan menembus semifinal.
Ambisi tersebut dipastikan tidak mudah. Sebab, persaingan begitu ketat. Terutama dengan Tiongkok, Jepang, dan tuan rumah Denmark. Sektor putri lebih berat. Tim-tim seperti Jepang, Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan selama ini sulit dikalahkan Gregoria Mariska Tunjung dkk.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
