
Greek actress Xanthi Georgiou dressed as an ancient Greek high priestess holds the olympic torch during the olympic flame handover ceremony for the 2020 Tokyo Summer Olympics, on March 19, 2020 in Athens. (Photo by ARIS MESSINIS / various sources / AFP)
JawaPos.com-Jadwal resmi Olimpiade Tokyo 2020 sudah keluar. Opening ceremony akan berlangsung pada 23 Juli 2021.
Walau berlangsung pada 2021, namun nama ajang ini tetap bernama Tokyo 2020. Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan panitia lokal memutuskan hal itu hari ini (30/4). Ajang empat tahunan tersebut akan berakhir pada 8 Agustus.
Untuk kali pertama dalam sejarah, Olimpiade musim panas modern mengalami penundaan. Sebelumnya, tidak pernah ada kejadian yang seperti ini. Mundurnya Olimpiade terjadi karena pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke hampir seluruh dunia.
Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengatakan bahwa Kemenpora akan mempersiapkan anggaran tambahan bagi Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.
"Kalau nanti ada penambahan atlet yang lolos, kami akan perjuangkan anggaran dan diajukan ke presiden,” kata Gatot dalam telekoferensi dengan wartawan Senin (30/3).
Sebelumnya, Kemenpora telah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 sebesar Rp 161,5 miliar. Dengan rincian Rp 86,2 miliar untuk biaya pelatnas 10 cabang olahraga dan Rp 75,3 miliar untuk Komite Paralimpik Indonesia.
Anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pelatnas Olimpiade, tetapi juga untuk biaya pelatnas jangka panjang, termasuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam.
"Terkait penambahan anggaran ini, kami juga akan berkoordinasi dengan induk-induk cabang olahraga, khususnya cabang olahraga yang terimbas penundaan turnamen kualifikasi Olimpiade,” jelasnya.
“Untuk cabor yang telah melakukan revisi anggaran, kami wanti-wanti sekali mereka jangan menggunakan anggaran yang tidak tertera dalam pengajuan, karena tidak ada try out dan kompetisi,” tegas Gatot.
Disinggung pelaksanaan PON Papua, kata Gatot, pihaknya bersama Menpora Zainudin Amali akan segera melakukan pertemuan virtual bersama dengan pimpinan induk cabang olahraga untuk membahas nasib olahraga Indonesia ke depan.
"Kami akan berkomunikasi dengan cabor terkait apakah mereka melaksanakan program pelatnas, kami juga akan duduk bareng secara daring untuk mendapatkan pengarahan dari Menpora," kata Gatot.
Jika sudah ada hasilnya, Menpora Zainudin Amali akan melaporkan ke presiden mengenai kondisi PON. “Sambil menunggu melaporkan, kami juga akan komunikasi dengan gubernur Papua. Apa tetap onschedule atau tunda. Saat sidang kabinet nanti, Menpora akan meminta skenario plan A dan B jika PON ditunda. Pada 2021 juga Indonesia banyak event,” katanya.
Beberapa event tersebut seperti Piala Dunia U-20, Asian Youth Games, Asia Winter Games, Islamic Solidarity Games, dan SEA Games Vietnam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
