Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2020 | 02.51 WIB

Jimat Keberuntungan Asal Kuba Ini, Bikin Surabaya Samator Kembali Pede

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Bhayangkara Surabaya Samator punya senjata baru dalam menghadapi putaran kedua Proliga 2020. Dia adalah Reidel Toiran.

Pemain asal Kuba itu sering dianggap sebagai jimat keberuntungan buat Samator. Setiap kali dia bergabung, yakni musim 2014, 2016, 2018, dan 2019, Samator menjadi juara.

Hal itu diakui Manajer Samator Hadi Sampurno. Dia berharap tuah Toiran berlanjut musim ini. ’’Percaya tidak percaya, dia membawa luck (keberuntungan) bagi kami. Selalu juara. Semoga tahun ini pun begitu. Agar kami bisa hat-trick juara,’’ kata Hadi.

Si ’’jimat keberuntungan’’ langsung membuktikan diri tadi malam. Bersama Toiran, untuk kali pertama dalam sebulan terakhir, Samator kembali memetik kemenangan. Tepatnya atas Palembang Bank Sumselbabel. Dalam pertandingan di GOR Tri Dharma tadi malam, mereka menang 3-1 (25-22, 25-27, 25-18, 25-18).

Hasil itu memutus dua kekalahan beruntun pada dua pekan terakhir putaran pertama. Samator kalah oleh Jakarta BNI 46 dan Jakarta Pertamina Energi. Alhasil, mereka terjebak di peringkat ketiga klasemen sementara.

Kembalinya Toiran membuat mereka lebih percaya diri menatap lanjutan putaran kedua.

Bukan hanya faktor keberuntungan yang membuat Samator kembali meminang Toiran. Itu adalah hasil evaluasi penampilan Samator selama putaran pertama. Pemain asing saat itu, Victor Sanches, kurang berkontribusi kepada tim.

Karena itu, selama dua pekan jeda, manajemen langsung memburu Toiran. Tim menganggap Toiran sudah menyatu dengan tim. Dia tidak akan sulit beradaptasi dengan Rendy Tamamilang dkk. Selain itu, masalah administrasi tidak bisa mendadak. Waktu dua pekan tidak cukup untuk mengurus dokumen (kitas) pemain asing baru.

’’Kalau kami cari pemain lain lagi, kepotong waktunya. Kalau Toiran ini kan cepat. Apalagi, dia sudah sering bersama kami,’’ kata Hadi. ’’Pastinya kami berharap, sebagai open spiker, Toiran bisa mempertajam serangan kami. Karena pemain kami sebelumnya kurang maksimal di situ. Saat ini kami mengincar final four dulu. Semoga dia bisa membantu,’’ tambah Hadi.

Di sisi lain, ternyata Toiran sempat berencana pensiun musim ini. Maklum, usianya sudah tidak muda. Pada 31 Oktober nanti, dia genap berusia 36 tahun. Namun, saat dihubungi Samator, Toiran tidak bisa menolak.

’’Mereka (Samator, Red) bilang susah kalau tidak ada aku. Aku datang juga bukan karena uang. Tetapi, aku merasa sudah seperti keluarga dengan mereka,’’ kata Toiran.

Hanya, pemain bertinggi badan 201 cm tersebut mengaku kondisinya belum 100 persen oke. Dia baru bergabung selama dua pekan. Sebelumnya, dia rehat sekitar dua bulan. Dia membutuhkan waktu lebih banyak untuk mencapai kondisi yang prima. Karena itu, performanya juga belum 100 persen tadi malam. Spike geledeknya belum tampak.

Pelatih Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono memaklumi hal itu. Tapi, dia senang. Paling tidak kehadiran Toiran bikin timnya lebih percaya diri. ’’Toiran sudah tahu karakter tim ini. Memang belum sempurna. Perlahan lah, kan dia sudah berumur juga,’’ tandas Ibarsjah.

Soal anggapan bahwa dirinya membawa keberuntungan untuk Samator, Toiran tak mau besar kepala. Bagi dia, itu sebuah kebetulan. Gelar juara adalah kerja keras semua pemain.

’’Di Samator, kami sudah lama kompak. Sekali lagi, ini keluarga. Kami sudah saling mengenal. Ya, semoga tahun ini kami kembali juara,’’ tutur dia.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore