
Pemain Surabaya Bhayangkara Samator, Rendy Tamamilang (17) dan Yuda (9) melakukan blok pemain Jakarta Pertamina Energi , Minic (1) dalam pertandingan Putaran-1 Minggu ketiga Proliga 2020, Sabtu (8/2/2020) di gedung PSCC Palembang Sumatera Selatan. Surabay
JawaPos.com– Harus ada yang dilakukan Surabaya Bhayangkara Samator. Segera. Untuk kali kedua beruntun, mereka menderita kekalahan. Pekan lalu mereka kalah oleh Jakarta BNI 46 dengan skor 1-3. Tadi malam giliran Jakarta Pertamina Energi yang sukses menaklukkan Samator dengan skor 3-1 (22-25, 25-17, 25-15, 25-18).
Dalam pertandingan yang digelar di GOR PSCC, Palembang, itu, Samator hanya bisa merebut set pertama. Itu pun susah payah. Poin selalu ketat. Nah, pada set-set selanjutnya, Rivan Nurmulki dkk tidak berkutik menghadapi agresivitas para pemain Pertamina.
Pelatih Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono menyebut kekalahan kali ini lebih buruk daripada sebelumnya. Tepatnya saat kalah oleh BNI 46 pekan lalu (1/2). Saat itu kondisi pemain sedang tidak maksimal. Salah seorang bintangnya, Rendy Febriant Tamamilang, menderita cedera lutut. Nah, dalam kekalahan tadi malam tidak ada alasannya.
Menurut dia, satu-satunya penyebab kekalahan adalah defense tim yang buruk. Hal itu membuat mereka banyak kekurangan saat bola pertama. ’’Passing dari dua open spiker banyak kesalahan. Kemudian, libero belum bisa meng-cover bola pertama,’’ jelas Ibar, sapaannya. ’’Itu membuat kami kesulitan membangun serangan karena receive bola kami kurang baik,’’ ujarnya.
Ibar menambahkan, setelah set pertama, grafik timnya menurun. Pada set kedua, mereka memang sempat memimpin, tapi tidak bertahan lama. Mereka kehilangan kendali permainan. ’’Kalau bola pertama hidup, kami bisa bersaing pada set kedua dan ketiga. Pertamina lebih menyerang dengan mengandalkan jump serve kecuali tosser-nya. Antisipasi receive kami kurang,’’ tutur Ibar.
Di sisi lain, pelatih Pertamina Pascal Wilmar Picaulima menyatakan tahu sejak awal bahwa keunggulan Samator ada pada receive. Karena itu, mereka mengantisipasi dengan membuat servis mematikan. Itu bisa diterapkan kemarin.
’’Kuncinya memang pada servis. Begitu servis kami keras dan masuk, mereka (Samator) tidak bisa bervariasi,’’ jelas Pascal. ’’Otomatis serangan mereka lebih gampang dibaca dan gampang diblok. Mereka tidak dapat bola yang bagus sehingga kemampuan untuk smes terbatas,’’ lanjut dia.
Berkat kemenangan tadi malam, Pertamina berhak menyandang status juara putaran pertama. Hasil dari empat pertandingan tanpa kalah. Mereka mengemas 10 poin. Jeff Menzel dkk mendapat hadiah uang tunai Rp 15 juta. Sementara itu, Samator tertahan di posisi ketiga dengan 7 poin. Mereka disalip Jakarta BNI 46 yang tadi malam mengalahkan Jakarta Garuda.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
