Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Oktober 2019 | 01.13 WIB

Menanti Ledakan Yonathan Ramlie

Yonathan Ramlie  berfoto usai penyambutan kontingen di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/10/19). Tim Merah Putih berhasil membawa pulang Piala Suhandinata untuk pertama kalinya pada nomor beregu, dan menyabet satu medali emas dan dua p - Image

Yonathan Ramlie berfoto usai penyambutan kontingen di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/10/19). Tim Merah Putih berhasil membawa pulang Piala Suhandinata untuk pertama kalinya pada nomor beregu, dan menyabet satu medali emas dan dua p

JawaPos.com-Yonathan Ramlie menjadi kejutan yang menyenangkan. Di skuad Indonesia, dia adalah tunggal putra dengan peringkat paling rendah. Di bawah Syabda Perkasa Belawa (unggulan ke-5), Bobby Setiabudi (ke-6), dan Christian Adinata (ke-8).

Yonathan berada di seeded 13. Namun, malah dia yang melaju ke semifinal dan merebut perunggu.

Memang, ada faktor luck juga. Dia belum bertemu pemain unggulan sampai babak 16 besar. Namun, di titik itu dia berhasil mengalahkan Liu Liang, tunggal putra terbaik Tiongkok yang merupakan unggulan ketiga. Jadi, sebenarnya Yonathan punya potensi besar.

Saat ini Yonathan masih berada di peringkat ke-231 BWF. Dibutuhkan waktu dan usaha superkeras untuk menembus persaingan level senior. Apalagi, levelnya saat ini masih international challenge. Belum ke BWF Tour. ’’Jalani saja. Memang sudah waktunya senior, jadi harus lebih semangat. Harus lebih tahu bahwa lawannya bukan lagi kelas junior,’’ ucap pemain dari PB Exist tersebut.

Pemain kelahiran 31 Januari 2001 itu sadar, meski meraih perunggu kejuaraan dunia, jarak yang harus dikejarnya sangat jauh. Apalagi jika benchmark-nya adalah Kunlavut Vitidsarn, juara dunia tiga kali yang saat ini sudah menduduki peringkat ke-48 BWF. Namun, capaian di Kazan lalu cukup menjadi pemantik semangatnya. ’’Setidaknya saya punya modal buat lebih yakin ke depannya,’’ kata Yonathan.

Prestasi
Perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2019
Emas Kejuaraan Dunia Beregu Campuran Junior 2019
Runner-up Malaysia Junior International Challenge 2019

Prediksi: Butuh 3–4 tahun untuk berkembang

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore