
Photo
JawaPos.com– Pelukan hangat Angga Romansyah, sang suami, menyambut Lisa Setiawati di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang tadi malam. Atlet 30 tahun itu berlinang air mata ketika Angga mencubit pipinya tanda kangen. Hampir seminggu keduanya tidak berjumpa.
Nama Lisa mendadak populer. Tidak pernah terdengar di level Asia Tenggara, lifter 45 kg itu tiba-tiba meraih emas dan perunggu di Kejuaraan Dunia 2019. Emas dia raih di nomor clean and jerk, setelah dia membukukan angkatan 95 kg. Sedangkan perunggu didapatnya dari angkatan total yang mencapai 165 kg. Overall, dia menempati posisi ketiga di kelasnya.
''Saya nggak menyangka, karena ini pertama kalinya saya ikut kejuaraan dunia,'' tutur Lisa berseri-seri. ''Dulu pernah ikut Kejuaraan Asia. Itu pun saya berada di peringkat entah berapa. Nah ini, kejuaraan dunia. Semua orang datang dan jago-jago,'' imbuh lifter kelahiran Bandung, 4 September 1989 tersebut.
Pada kejuaraan Asia 2016 di Tashkent, Uzbekistan, Lisa hanya berada di peringkat ke-11.
Dan Lisa memang menjadi underdog dalam kejuaraan yang berlangsung di Pattaya, Thailand, Rabu malam lalu (18/9). Namun, dari angkatan clean and jerk dia mengalahkan juara dunia Saziye Erdogan. Lifter asal Turki tersebut meraih total angkatan 169 kg. Rinciannya, snatch 77 kg dan clean and jerk 92 kg.
Lisa Setiawati (iwf.net)
Lisa Setiawati (tengah) berdiri di podium Kejuaraan Dunia 2019. (iwf.net)
''Sebelumnya saya memang ditarget untuk bisa mengangkat segini. Saya cuma berlatih saja dan melakukan apa yang saya bisa. Soal medali itu bonus,'' imbuh Lisa, merendah.
Lisa sebenarnya bukan wajah baru di dunia angkat besi. Dia sudah pernah masuk pelatnas pada 2013. Saat itu dia masih terjun di kelas 48 kg. Sempat mengikuti beberapa event internasional juga. Tapi tidak bertahan lama. Pada 2016, dia kembali dipanggil untuk latihan di Mess Kwini. Lagi-lagi tidak lama. Pamornya kalah oleh Sri Wahyuni Agustiani, peraih perak Olimpiade Rio 2016.
Dengan usia tergolong senior, Lisa sudah tidak berharap lagi masuk timnas. Eh, Februari lalu, dia kembali mendapat panggilan dari PB PABBSI. Menurut pelatih kepala Dirdja Wihardja, Lisa dipanggil lagi karena punya kans bagus di kelas 45 kg. ''Dulu (Lisa, Red) main di kelas 48 kg tapi nggak naik-naik angkatannya,'' ungkap Dirdja, yang saat ini masih berada di Pattaya.
Nah, prestasi di kejuaraan dunia membuat PB PABBSI optimistis menerjunkan Lisa di SEA Games 2019 di Filipina akhir tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung ditarget meraih emas. Padahal, sebelumnya dia belum pernah mengikuti pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Namun Lisa pede saja. Dia sudah mengenal calon-calon lawan yang akan dihadapinya di Filipina nanti.
''Saya cuma bisa berlatih lebih keras lagi. Saya nggak tahu kalau seandainya nanti ada aturan baru, atau bisa jadi lawan berbeda, bahkan lebih jago,'' papar Lisa. ''Kalau dibilang puas jelas nggak. Banyak yang harus diperbaiki, entah dari program latihan, teknik,'' tambah lifter dengan tinggi badan 147 cm itu.
Sayang, Lisa tidak bisa mengincar event yang lebih prestisius lagi: Olimpiade Tokyo 2020. Sederhana saja. Kelas 45 kg tidak dipertandingkan. Namun, itu tidak membuatnya kecewa. Faktor usia membuat Lisa ingin pensiun tepat setelah SEA Games.
''Dalam hati saya masih ingin lanjut, tapi sudah kepentok usia, sama suami diminta stop. Setidaknya saya ingin kasih semangat untuk junior-junior bahwa saya sudah tua saja masih bisa,'' papar perempuan yang kini berdomisili di Kalimantan Timur itu.
Angga, sang suami, juga merupakan lifter. Dia adalah adik kandung bintang angkat besi Indonesia Eko Yuli Irawan. ''Begitu dengar di SEA Games ada kelas 45 kg, dia semangat. Apalagi dengan rekor dia saat ini, kemungkinan bisa dapat. Nah itu saya izinin,'' ucap Angga.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
