
Angger bondan/jawa pos PATUH PROTOKOL: Para pemain Louvre Surabaya saat melawan Pacific Caesar di DBL Arena, Surabaya, di seri keenam IBL (8/3).
JawaPos.com – Louvre Surabaya siap mendukung apa pun keputusan dari manajemen Indonesian Basketball League (IBL) terkait lanjutan kompetisi. Setelah terhenti empat bulan lebih akibat pandemi Covid-19, kompetisi basket bergengsi di tanah air itu direncanakan berlanjut pada September di Jakarta.
Meski sepakat, Owner Louvre Erick Herlangga memiliki beberapa masukan. Terutama soal pembiayaan tambahan untuk tim. Misalnya, untuk biaya hotel dan tes swab atau PCR. ’’Tes PCR mahal loh. Mungkin sebulan itu bisa dua hingga tiga kali tes,’’ ungkapnya kemarin.
Apalagi, dia juga berharap nanti seluruh pemain bisa ditempatkan di hotel yang memiliki standar pencegahan dan penularan Covid-19 dari World Travel & Tourism Council (WTTC). ’’Semoga hotel yang dipilih punya pengalaman,’’ ungkapnya.
Soal persiapan tim, saat ini tim rookie tersebut sulit berlatih. Sebab, Surabaya merupakan kota dengan angka penularan Covid-19 tertinggi. Karena itu, belum ada tempat yang bisa digunakan Daniel Wenas dkk untuk latihan. Para pemain berlatih secara mandiri di gym. Erick berharap dalam waktu dekat bisa menggelar latihan bersama untuk melatih kekompakan dan chemistry.
Erick tidak ingin memaksakan tim latihan jika kondisi belum memungkinkan. Sebab, dia sadar betul bahwa basket menjadi cabor yang potensial menularkan virus.
’’Ini olahraga permainan, pakai tangan, dan banyak kontak fisik. Kalau seperti sepak bola kan lebih banyak di tendang. Bulu tangkis juga lebih rendah (potensi penularannya),’’ paparnya.
Sebelumnya, Erick bilang ada rencana untuk berlatih di Jakarta. Namun, kondisi di ibu kota tidak jauh berbeda. Karena itu, jika pada Agustus hingga September tim belum bisa berlatih, pihak IBL disebut harus mencarikan solusi.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyebutkan banyak masukan positif yang didapat untuk kembali menggulirkan kompetisi. Sebelumnya, manajemen IBL berkoordinasi dengan stakeholder. Mulai PP Perbasi, BNPB, hingga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, dan Kementerian Kesehatan.
Koordinasi lanjutan dilakukan untuk memastikan aspek teknis pelaksanaan protokol terpenuhi. Baik dengan mitra layanan tes Covid-19 maupun pengelola sarana-prasarana yang akan digunakan.
Dalam rentang waktu yang ada, pihaknya berupaya melengkapi pedoman kesehatan yang harus dijalankan dengan benar.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
