
Sony Dwi Kuncoro
GOR tersebut nantinya bakal bernama Sony Dwi Kuncoro Badminton Center. GOR tersebut bertujuan sebagai sarana atlet Indonesia khususnya Jawa Timur dan Surabaya untuk bisa merasakan tampil di gelanggang yang sangat menunjang performa. Selain itu, nama GOR bulu tangkis yang bisa disingkat menjadi SBC ini juga bisa menjadi jaminan bisnis di hari tua. Juga, bisa dipakai untuk umum.
"Ini (memiliki GOR) sudah saya targetkan sejak 2002 lalu. Pada tahun itu pula saya mulai menabung. Prize money dari turnamen sebagian saya sisihkan untuk ini. Sebab, saya yakin jika suatu saat pasti terealisasi. Hanya, belum tahu kapan," ujarnya kemudian tertawa.
Langkah untuk membangun GOR dimulai pada 2011 saat ibu mertuanya juga turut membantu dalam 'pemilihan' lokasi tanah. Dari lima calon lokasi, dipilihlah tanah lapang yang terletak di Jalan Medokan Asri Tengah. Alasannya, selain dekat dengan rumah mertua, Sony juga merasa jika di sana merupakan tempat yang tepat.
Setelah tercapai kata deal, perencanaan mulai disusun. Namun, kesibukan Sony yang masih berkutat di pelatnas menjadikan proyeknya itu sedikit tertunda.
"Dana yang belum cukup juga jadi faktor kok," ujarnya. Usai menunggu cukup lama, proses pembangunan akhirnya bisa benar-benar dimulai awal tahun ini.
Disinggung soal dana, Sony mengaku jika semua murni dari kocek pribadinya. Dia berjuang dengan menabung untuk bisa merealisasikan mimpi masa mudanya tersebut sedikit demi sedikit sejak 13 tahun lalu.
"Kalau pas kering prestasi ya kering juga tabungannya. Sebab, saya sudah tidak bujang lagi. Jadi keperluan keluarga saya tetap prioritas," imbuhnya.
Hingga saat ini, pembangunan GOR sudah 50 persen tergarap. Tidak heran jika Sony begitu getol untuk menyelesaikan proyeknya tersebut. Sebab, inilah wujud dari kebanggannya terhadap olahraga yang sudah membuat namanya terbang sangat tinggi hingga bisa dikenal hampir oleh penikmat bulu tangkis sekolong jagat.
Terlebih, lokasi GOR terletak di kota kelahirannya, Surabaya. Tentu unsur sentimental sangat besar. Sebab, Surabaya bisa dikatakan sebagai salah satu mesin pencetak bakat-bakat brilian bulu tangkis. Jadi, memiliki tempat yang sangat memorable dari salah satu atlet kebanggan arek asli Surabaya menjadi sebuah hidangan wajib.
"Saya ingin Surabaya memiliki tempat yang bisa jadi jujukan dan kenangan akan prestasi atletnya di bulu tangkis. Dan, selama ini saya rasa belum ada yang seperti itu. Semoga ini bisa segera rampung," ujar Sony penuh harap. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
