JawaPos Radar

Asian Para Games 2018

Suka dan Duka Volunteer Selama Gelaran Asian Para Games 2018

14/10/2018, 12:21 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Asian Para Games 2018, Volunteer
Volunteer Asian Para Games 2018 merasakan suka dan duka selama gelaran berlangsung (Isa Bustomi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pelaksanaan Asian Para Gemes 2018 selama sepekan yang berlangsung pada 6 Oktober hingga 13 oktober 2018 telah usai. Pentas olahraga multievent bagi atlet penyandang disabilitas empat tahunan itu menyisakan cerita menarik, terutama para volunteer.

Gelaran Asian Para Games 2018 tak terlepas dari peran sukarelawan. Mereka yang berjumlah 8 ribu orang 'menghiasi' kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Mereka berdiri sesuai divisi masing-masing. Dengan seragam lengkap berikut tanda pengenal, mereka tak sungkan untuk melayani para atlet hingga tamu yang datang.

"Menariknya bisa ketemu para penyandang disabilitas yang menurut saya itu hebat. Kemauan yang kuat dalam bertanding dan lebih semangat," ujar salah satu volunteer, Kartikaningtyas saat ditemui JawaPos.com.

Pengalaman lain yang didapat mahasiswi cantik Universitas Bina Nusantara ini diakui dari cara menghadapi orang lain. Kerap berinteraksi dengan ratusan atlet negara peserta Asian Para Games 2018, banyak mengetahui karakter seseroang.

Bagi Kartika, pembekalan lima hari sebelum gelaran memang terbukti bermanfaat. Salah satunya pembekalan sikap dasar yang dilakukan di Universitas Nasional, September 2018 lalu.

"Jadi mememang banyak pengalaman. Kami lebih respek dengan penyandang disabilitas. Itu yang saya rasakan," imbuhnya.

Di tengah penekanan sukses penyelenggaraan, administrasi, dan prestasi juga ada kekurangan dalam Asian para Gemes 2018. Hal itu dirasakan oleh salah seorang volunteer, Juliano yang mengaku sulit soal transportasi.

Sukarelawan di divisi relasi itu mengaku sulit untuk mendapatkan shuttle bus. Mereka harus menunggu lama untuk ke GBK Arena.

"Sisi minus cuma shuttle bus untuk di divisi cabor di Balai Sudirman. Habis antar nunggunya lama. Terus kemudian banyak salah pengertian juga sama yang lain. Itu pengalaman kami," katanya.

Selain banyak pengalaman yang didapat. Mereka juga mengaku memiliki kebanggaan dengan mendapatkan sertifikat gelaran tersebut. "Jadi, saya bangga mendapatkan sertifikat. Karena bahagia sekali bisa ikut di event ini," tutupnya.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up