
Basket FIBA
JawaPos.com - FIBA Asia Cup 2021 dipastikan berlangsung sesuai rencana. Event tersebut digelar pada 17–29 Agustus mendatang di Istora Senayan. Kompetisi itu merupakan yang pertama setelah 28 tahun Indonesia menggelar Asian Basketball Confederation Championship pada 1993.
Kepastian tersebut didapat bersamaan dengan launching logo FIBA Asia Cup 2021 kemarin (13/4) di ruang konferensi pers Stadion Gelora Bung Karno. Dan FIBA Asia Cup 2021 menjadi turnamen internasional pertama yang digelar setelah pandemi mewabah di Indonesia tahun lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif FIBA Asia Hagop Khajirian menyatakan, tidak ada opsi penundaan event. Hal itu didasari dengan tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Apalagi, babak kualifikasi windows ketiga pun akhirnya dibatalkan.
”Kami bisa membuat bubble. Semua akan terus dipantau sampai kegiatan berlangsung. Kalau ada penonton, mungkin lebih bagus. Kami juga sudah berkoordinasi dengan IOC Medical Commission untuk aturan penyelenggaraan,” kata pria asal Lebanon itu.
Khajirian berharap pandemi bisa teratasi. Dengan begitu, turnamen bisa digelar secara normal dan penonton bisa hadir di venue secara langsung. Di sisi lain, pihaknya masih meninjau penggunaan vaksin kepada para peserta.
”Adanya vaksin bisa memberikan rasa aman dan lebih percaya diri. Tetapi, hal itu tidak membuat kami abai dengan protokol kesehatan. Selama itu (vaksin, Red) baik, kami akan upayakan,” lanjut Khajirian.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FIBA Asia Cup 2021 Junas Miradiarsyah menyatakan, menggelar event besar di tengah pandemi memang tidak mudah. Dia berkaca dari suksesnya IBL 2021 yang berhasil menuntaskan musim reguler.
”Ini sebuah tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk bisa menggelar FIBA Asia Cup 2021 dengan sukses dan memenuhi harapan dari negara-negara anggota,” tutur Junas.
FIBA Asia Cup 2021 akan diikuti 16 tim. Dari jumlah tersebut, akan dibagi empat grup dengan setiap grup terdiri atas empat negara peserta. Indonesia sudah memastikan lolos dengan status sebagai tuan rumah. Selain itu, mereka menempati urutan ketiga klasemen grup A kualifikasi.
”Saat federasi tampil sebagai penyelenggara, prestasi juga harus dipaksakan meningkat. Jadi, saya memberikan tantangan kepada timnas untuk mengukir sejarah masuk delapan besar FIBA Asia Cup 2021,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
