
Photo
JawaPos.com-Pecatur Indonesia Novendra Priasmoro masih harus bekerja keras meski telah menjadi Grandmaster (GM) kedelapan dalam sejarah Indonesia.
Novendra mendapatkan gelar GM pada ajang Liberec Open 2020, Republik Ceko, pada akhir Februari lalu. Pada ajang itu, Novendra menjadi juara. Dia adalah GM pertama Indonesia dalam 16 tahun terakhir. Atau setelah Susanto Megaranto menjadi GM pada 2004.
Manajer tim sekaligus Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem mengatakan bahwa Novendra harus mau berubah dan tidak hanya mengandalkan pelatih. Itu jika dia mau menaikkan rating hingga 2.600 atau 2.700 poin.
"Soal potensi ada. Tapi kerja kerasnya ini dia belum tahu dan belum ada. Dia merasa latihan selama ini cukup padahal itu tidak cukup untuk (meraih) poin 2.600 hingga 2.700," kata Kristianus seperti dilansir dari Antara.
"Dia harus mau berubah, dalam artian di dunia catur sekarang sudah memakai ilmu sains. Nah dia masih kurang dan latihannya masih seperti biasa," tambahnya.
Kristianus mengatakan, Novendra masih kurang lihai saat menerapkan strategi pembukaan bertipe menyerang. Maka menurutnya, pecatur berusia 20 tahun itu perlu mulai melakukan riset. Tujuannya adalah mempelajari data-data sebagai referensi untuk mengetahui strategi lawan.
Apalagi kini sudah tersedia database yang menyediakan seluruh strategi yang biasa digunakan oleh para pecatur elite di seluruh dunia. Database itu bakal berguna bagi Novendra untuk menentukan permainan saat menghadapi lawan.
"Kembali ke Novendra lagi kalau dia mau, jadi GM menjadi titik awal untuk masuk ke kelompok GM elite. Nah itu tidak bisa mengandalkan masukan pelatih tapi dari dirinya sendiri," tuturnya.
Pencapaian ini, kata Kristianus bukan pencapaian terakhir. Tetapi perjalanan awal karena masih ada gelar GM Super yang menanti dan harus diraihnya.
Novendra juga disebut tak boleh mudah terbuai sebab sepanjang perjalanan para GM di Indonesia, hanya ada satu pecatur Indonesia, yaitu Utut Adianto yang bisa konsisten hingga meraih gelar GM Super. Utut meraih elo rating tertinggi yakni 2.615 poin pada Januari 1998.
Gelar GM diraih Novendra pada babak ketujuh turnamen Liberec Open 2020 setelah mencatat kemenangan untuk ketujuh kalinya secara beruntun dengan mengalahkan IM Klaudia Kulon asal Polandia (elo rating 2.335).
Novendra menang pada langkah ke-25 pembukaan Serangan Trompowsky. Kemenangan ini memastikan tambahan rating 11 poin bagi Novendra untuk memenuhi persyaratan GM sebesar 2.500. Kini, pecatur kelahiran Jakarta, 24 November 1999 itu sudah menaikkan elo ratingnya menjadi 2.502 poin.
Terakhir, Indonesia memiliki GM melalui Susanto Megaranto yang meraih gelar tersebut di usia 17 tahun pada 2004. Susanto memecahkan rekor Utut Adianto yang pernah menjadi pecatur termuda Indonesia yang meraih gelar GM pada usia 21 tahun pada 1986.
Selain Susanto dan Utut, Indonesia pernah memiliki GM dalam diri Herman Suradiradja (1977), GM Herman Ardiansyah (1986), GM Edhi Handoko (1994), GM Ruben Gunawan (1999), dan GM Cerdas Barus (2002).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
