Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2019 | 01.44 WIB

Permainan Taktis Minions, Membuat Peraih Perak Olimpiade Tak Istimewa

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo - Image

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

JawaPos.com-Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo melakukan tugasnya dengan baik. Hari ini (5/11), ganda putra nomor satu dunia itu lolos mulus ke babak kedua Fuzhou China Open 2019.

Pada babak pertama yang berlangsung di Haixia Olympic Sport Center, Fuzhou, tersebut, Marcus/Kevin mengalahkan ganda putra Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Permainan cepat dan taktis Minions, julukan Marcus/Kevin, membuat peraih perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tersebut seakan tidak istimewa. Mereka banyak mendapatkan poin dari pembukaan dan penerimaan yang sangat baik. Jadi memang amat efisien. Tanpa banyak memeras keringat.

Marcus/Kevin menang mudah dengan skor 21-15, 21-16 hanya dalam tempo 35 menit.

Hasil pertandingan hari ini kian menegaskan dominasi Marcus/Kevin kepada Goh/Tan. Rekor head-to-head mereka melebar menjadi 7-1. Dalam tujuh pertandingan terakhir, Marcus/Kevin selalu menang. Satu-satunya kekalahan terjadi pada pertemuan pertama mereka di ajang Swiss Open 2015.

Walau menang relatif mudah, namun Kevin tetap memuji lawannya. “Pasangan Malaysia punya pertahanan yang kuat dan serangan yang tajam. Tapi untungnya kami bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan dengan cepat dan bisa langsung in sejak awal,” kata Kevin dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Pada game pertama, Marcus/Kevin sempat unggul nyaman 10-5. Namun, Gon/Tan bisa bangkit, berhasil mengejar, dan menyamakan kedudukan menjadi 14-14.

Dan dalam titik inilah, Marcus/Kevin menunjukkan kualitasnya sebagai pemain nomor satu dunia. Mereka melesat, memenangkan game pertama dengan hanya memberikan kesempatan musuhnya untuk mencetak satu angka.

Pada game kedua, kejadiannya hampir mirip. Marcus/Kevin bisa unggul dulu. Lalu, Goh/Tan bisa menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Setelah itu, Marcus/Kevin mengunci angka pasangan nomor satu Malaysia itu sampai di sana saja.

''Bolanya memang berat, jadi perlu tenaga ekstra. Saya juga dalam kondisi nggak fit, agak flu sedikit, jadi lumayan mengganggu juga tadi. Kami tadi bisa dapat banyak poin dari pukulan pertama kedua, nggak terlalu banyak reli-reli panjang,” imbuh Marcus.

Sebelum ke Fuzhou, Marcus/Kevin memenangkan dua gelar beruntun sepanjang dua pekan lalu di Denmark Open 2019 dan French Open 2019. Dua-duanya memiliki level super 750. Sama seperti Fuzhou China Open 2019.

''Ikut turnamen beruntun pasti kondisi menurun, tahun kemarin juga kurang lebih sama situasinya, jadi harusnya bisa. Target kami di sini kami bisa main maksimal,” kata Kevin.

Pada ajang ini, ganda putra Indonesia turun dengan kekuatan penuh. Selain Marcus/Kevin, pasangan nomor dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, lalu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso juga turun.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore