
Yolla Yuliana, pevoli putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia merayakan keberhasilan meraih poin dari tim Bank Jatim pada pertandingan Livoli di GOR Tawangalun, Banyuwangi, kemarin (11/10). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo menargetkan tim bola voli putri Indonesia masuk empat besar dalam AVC Challenge Cup 2023 di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, 18-25 Juni.
Menurut Imam, peta persaingan pada AVC Challenge Cup 2023 cukup merata. Namun, berdasarkan analisis ada beberapa tim yang patut diwaspadai.
"Tentu ada target, kami melihat peta kekuatan dari 11 negara yang bersaing. Tim kuat itu ada Iran, Australia, Vietnam, dan Indonesia. Kami targetkan masuk empat besar. Semoga bisa masuk final," ujar Imam dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Selasa (13/6).
Imam optimistis Indonesia bisa unjuk gigi. Selain berstatus sebagai tuan rumah, skuad Merah Putih hadir dengan komposisi lengkap dengan memboyong 16 pemain. Berbeda dengan SEA Games XXXII/2023 Kamboja yang hanya beranggotakan 12 pevoli.
"Tim Indonesia mayoritas dihuni pemain yang tampil di SEA Games 2023. Lalu, ada tambahan beberapa lagi dan diperkuat pevoli dari tim Gresik Petrokimia," ungkap Imam menambahkan.
PBVSI telah memanggil 16 pemain putri untuk AVC Challenge Cup 2023. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya adalah pemain yang turut mengantarkan Indonesia meraih perunggu pada SEA Games Kamboja.
Dari 12 nama yang memperkuat Indonesia pada SEA Games Kamboja, hanya Shintia Alliva Mauludina yang tak ada dalam daftar untuk AVC Challenge Cup 2023.
Selebihnya kembali dipanggil seperti Yulis Indahyani, Ratri Wulandari, Megawati Hangestri Pertiwi, Arneta Putri Amelian, Nandita Ayu Salsabila, dan Hany Budiarti.
Lalu, ada juga Agustin Wulandhari, Wilda Nurfadhilah, Tisya Amallya Putri, Aulia Suci Nurfadilla, dan Mediol Stiovany Yoku.
PP PBVSI juga turut memanggil pevoli andalan lainnya, termasuk Yolla Yuliana yang absen di SEA Games 2023. Lalu, ada juga Dhea Cahya Pitaloka, Ajeng Viona Adelea, Dita Azizah, dan Myrasuci Indriani.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih tim putri Indonesia Alim Suseno mengatakan misi saat ini adalah lolos dari fase penyisihan.
Indonesia tergabung di Pul A bersama Makau dan Filipina. "Kans tim Indonesia sangat besar, karena Filipina sudah sering berhadapan dan Indonesia punya rekor baik. Semoga kami juga menang melawan Makau," kata Alim.
Secara keseluruhan ada 11 tim yang bersaing setelah Kazakhstan mundur karena mengalami masalah teknis.
Tim lain yang bersaing adalah Hong Kong, Taiwan, dan Iran yang tergabung di Pul B. Kemudian Pul C dengan komposisi India dan Australia. Lalu, Pul D terdiri dari Uzbekistan, Mongolia, dan Vietnam.
Indonesia berjuang untuk bisa menjadi juara agar bisa tampil di FIVB Challenger Cup 2023 yang digelar Juli mendatang. FIVB Challenger Cup merupakan kompetisi bola voli menuju Volleyball Nations League (VNL).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
