Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Agustus 2018 | 00.15 WIB

Gagal Raih Emas, Skateboarder Indonesia Akan Tinggal di Amerika

Sanggoe Darma Tanjung kecewa hanya mempersembahkan perak di Asian Games 2018. - Image

Sanggoe Darma Tanjung kecewa hanya mempersembahkan perak di Asian Games 2018.

JawaPos.com - Sulit rasanya bagi seorang atlet untuk menahan kecewa ketika gagal meraih prestasi tertinggi. Terlebih lagi, harapan masyarakat terhadap dirinya cukup tinggi. Tak heran jika Sanggoe Darma Tanjung pun tak kuasa menahan air mata ketika gagal meraih emas di nomor men's street cabor skateboard di Asian Games


Raut wajah Sanggoe tampak lesu. Gestur tubuhnya menunjukkan dia tengah kehilangan gairah. Dia berjalan lunglai sambil membawa papan skate dengan kepala menunduk. Meninggalkan venue Skate Park Jakabaring Sport City menuju tenda atlet.


Ya, Sanggoe kecewa. Remaja 16 tahun tersebut gagal menyumbang emas dari nomor men’s street bagi Indonesia di Asian Games 2018, Rabu (29/8) kemarin. Dia harus puas dengan medali perak. Poin Sanggoe (30,5) kalah tipis dari poin Keyaki Ike (31,1), atlet skateboard Jepang.


Di dalam tenda, air mata Sanggoe pun tumpah. Dia bersimpuh. Kedua tangannya menutupi wajahnya yang memerah. Keluarga dan kerabat pun seketika memeluk dan menenangkan.


”Sanggoe kecewa penampilannya tidak sesuai ekspektasi masyarakat yang berharap emas. Dia merasa tertekan,” beber Rajes Hadena, ayah Sanggoe.


Remaja asal Bali itu sempat memuncaki peringkat 1 di babak penyisihan, Selasa (28/8). Mengawali pertandingan, Sanggoe tampil ciamik di dua run. Pada run pertama dia mengemas poin 7,7 dan 8,4 pada kesempatan kedua. Poin Sanggoe menjadi yang terbaik, dibanding Keyaki dengan 13,5 di tempat kedua dan wakil Thailand Oat Athiwat dengan 11,4 di tempat ketiga. 


Kegemilangan Sanggoe masih berlanjut di sesi trik. Pada kesempatan pertama, Sanggoe sukses mengemas 6,5 poin lewat kombinasi aksi 360 dan slide meluncur di atas tiang besi horisontal menggunakan bagian tengah papan skate.


Berturut-turut di kesempatan kedua dan ketiga, Sanggoe mampu mengantongi poin 6,7 dan 7,7. Sekaligus, membuat total poinnya menjadi 30,5.


Sayang, Sanggoe kurang mujur di run keempat dan kelima. Dia gagal mendulang nilai usai terjatuh saat melakukan trik. Imbasnya, raihan nilai Sanggoe disusul Keyaki yang meraup poin 31,1.


Di kesempatan terakhir Sanggoe sejatinya mendapat keuntungan. Lantaran, Keyaki Ike gagal . Tapi, untuk kedua kalinya Sanggoe terjatuh dan gagal mendapat tambahan poin.


”Jujur, saya tegang dan grogi jadi bikin nggak fokus. Beban juga, karena saya bermain terakhir dan penentuan,” ungkap Sanggoe.


Meski gagal menyabet emas di multievent terbesar se-Asia kali ini, tidak lantas membuat Sanggoe larut terlalu lama dalam kekecewaan. Dia akan berusaha untuk bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.


Di nomor men’s street, lanjut dia, hanya ada dua slot pemain dari Asia. Peluang memang kecil. ”Sebagai tuan rumah pasti Jepang dapat wildcard. Tapi saya akan terus berusaha dan yakin bisa,” ucapnya.


Medali perak di Asian Games 2018 akan menjadi modal awal positif bagi Sanggoe. Di usianya yang masih belia serta ditambah sering mengikuti berbagai kejuaraan Internasional, tentu akan membuatnya terus berkembang.


”Cita-cita saya ingin menjadi skateboarder dunia. Dan setelah ini, saya ingin menetap lama di Amerika,” tutup dia. 

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore