
Tim jetski Indonesia meraih satu emas dan satu perunggu dalam SEA Games 2025. (Dok: Instagram Aero Aswar)
JawaPos.com–Tim jetski Indonesia persembahkan hasil luar biasa di SEA Games 2025. Mereka membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu sekaligus mempertahankan tradisi emas di multievent Asia Tenggara.
Satu-satunya emas dari tim jetski Indonesia dicapai Aero Sutan Aswar. Atlet 31 tahun itu sukses jadi yang terbaik nomor endurance open pada Minggu (14/12). Perlombaan berlangsung di Jomtien Beach, Pattaya City, Chonburi, Thailand. Aero mampu atasi tekanan dan raih 1.132 poin.
Aero unggul hanya 2 poin dari Tapatarawat Joesonnusont (1.130 poin). Tapatarawat adalah atlet Thailand meraih medali perak, disusul Manglicmot Sabino Czariv asal Filipina dengan 1.096 poin.
Medali perunggu diraih Aqsa Sutan Aswar di nomor runabout stock. Adik Aero itu jadi juara ketiga dengan 202 poin dari tiga moto.
Aqsa harus menyerahkan medali emas dan perak kepada atlet tuan rumah Thailand. Dua atlet itu adalah Permphon Teerapatpanich (233 poin) dan Teera Settura (204 poin).
Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) Fully Aswar bilang Aqsa sebenarnya punya peluang besar raih emas. Namun, jetski yang dikendarainya bermasalah mesin mati dua kali pada moto terakhir sehingga poinnya jeblok.
Masalah performa jetski di Tim Indonesia cukup serius. Jetski yang digunakan para atlet adalah jetski sewaan di Pattaya, bukan milik sendiri yang dikirim ke Thailand. Kondisi ini membuat tim Indonesia kehilangan kontrol penuh atas performa jetski yang dipakai.
Masalah itu terjadi karena tidak ada dukungan dana dari Pemerintah. Termasuk tidak ada dana pelatihan nasional (Pelatnas) dari Kemenpora, sehingga pelatihan jetski harus dilakukan mandiri. Biaya sewa jetski di Thailand juga ditanggung mandiri oleh tim.
”Namun demikian, walaupun dengan segala keterbatasan, kami masih mampu pertahankan prestasi emas untuk Indonesia,” ujar Fully dalam keterangan resmi, dipetik Senin (15/12).
”Semoga saja ke depannya Pemerintah tidak lagi pilih kasih dalam mengelola pengembangan prestasi olahraga Indonesia,” tambah dia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
