
Kamboja memutuskan mundur dari SEA Games 2025. (Dok: Instagram Cambodia_2023)
JawaPos.com - Keputusan besar diambil oleh Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) pasca upacara pembukaan SEA Games 2025. Seluruh kontingen Kamboja ditarik mundur dan tak akan berpartisipasi dari pesta olahraga dua tahunan tersebut.
Pengumuman mundurnya Kamboja disampaikan pada Rabu (10/12) pagi. Para atlet Negeri Seribu Pagoda itu akan langsung meninggalkan Thailand, tak sampai 24 jam setelah upacara pembukaan di Stadion Rajamangala.
Dalam surat resmi yang dikirimkan Sekretaris Jenderal NOC Kamboja, He Vath Chamroeun kepada CEO Federasi SEA Games, Chaiyapak Siriwat, keputusan mundur diambil karena pertimbangan keamanan dan keselamatan.
"Dengan menyesal saya memberi tahu Anda bahwa karena kekhawatiran serius dan permintaan dari keluarga atlet agar kerabat mereka segera kembali ke rumah," tulis He Vath Chamroeun dalam suratnya.
"NOCC harus menarik seluruh delegasi kami dan mengatur kepulangan mereka ke Kamboja secepatnya karena alasan keamanan," tambahnya.
Diakui He Vath Chamroeun, keputusan menarik mundur seluruh atlet Kamboja tidak mudah. Permohonan maaf pun disampaikan oleh NOCC Kamboja dan berharap pengertian tuan rumah.
"Ini bukan keputusan yang mudah. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul atas kepulangan lebih awal ini dan tetap berterima kasih atas pengertian dan dukungan Anda," demikian surat pernyataan tersebut.
Penarikan mundur ini bisa dibilang putusan lanjutan dari kontingen Kamboja. Beberapa hari sebelum upacara pembukaan, negara tuan rumah SEA Games edisi 2023 itu membatalkan keikutsertaan atletnya dari lima cabor berbeda.
Yakni sepak bola, sepak takraw, petanque, pencak silat, judo, karate, wushu, dan gulat. Saat itu Kamboja juga membatalkan partisipasi para atlet di lima cabor tersebut dengan alasan sama, yakni demi keamanan dan upaya melindungi keselamatan atlet dan ofisial.
Kamboja dan Thailand memang tengah terlibat konflik perbatasan. Masalah ini sudah berlangsung sejak hampir 20 tahun. Namun pada tahun ini, situasi semakin memanas dan pelik lantaran karena dihiasi baku tembak.
Situasi kian tak kondusif karena pada 24 Juli ada serangan dari kedua negara. Bahkan pada kemarin lusa atau Senin (8/12), serangan kembali terjadi dan mengakibatkan korban jiwa serta ratusan ribu warga sipil mengungsi.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
