
Abiyurafi diproyeksi menjadi andalan Indonesia di SEA Games 2025 dan diyakini berpotensi dapat medali. (Dok. Jakarta Gymnastic OC)
JawaPos.com - Pelatih tim nasional senam artistik Indonesia, Ferrous One Willyodac mulai berbicara dan melihat peta kekuatan dan persaingan menuju SEA Games 2025. Ia merasa atletnya punya kans untuk berbicara banyak di pesta olahraga se-ASEAN tersebut.
Ferrous One mengatakan, peta kekuatan dan persaingan sedikit banyak sudah bisa terlihat dari sekarang. Tepatnya dari ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang tengah berlangsung di Indonesia, Arena, Jakarta.
Menurut Ferrous One, meski daftar resmi para atlet yang berlaga di senam artistik SEA Games 2025 belum dirilis, tapi pesenam yang tampil di Jakarta saat ini hampir pasti ikut serta dalam pesta olahraga dua tahunan tersebut.
"Memang secara rilis resmi pesertanya belum ada. Cuma kalau menurut pengalaman kami, siapa yang dipersiapkan di Kejuaraan Dunia, karena senam ini enggak bisa dipersiapkan mepet-mepet, hampir gak ada kejutan," kata Ferrous One dalam jumpa pers usai para atlet putra Indonesia bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, Senin (20/10).
"Jadi siapa yang ditampilkan disini kemungkinan nanti di SEA Games pasti ada orang itu, pasti ditampilkan juga, kemungkinan berkurang, ada kemungkinannya, cuman yang ditampilkan pasti orang yang disiapkan. Jadi, orang-orang yang dari negara Filipina, Malaysia, Vietnam, ya itu orangnya yang kita lihat hari ini. Jadi bisa kita lihat," tambahnya.
Nah dari hasil pemantauannya sementara, Ferrous One melihat Abiyurafi jadi atlet Indonesia yang paling punya potensi besar untuk berprestasi di SEA Games 2025. Ia menyebut setidaknya ada dua nomor yang bisa dimaksimalkan oleh anak didiknya. Yakni nomor floor exercise dan horizontal bar.
"Sementara di floor, kalau saya ngga tidak salah lihat, Abiyu itu masih ranking ketiga kalau saya lihat. Ada Filipina dan Thailand (di atasnya)," terang Ferrous.
"Untuk nilai horizontal bar, karena kemarin Carlos (Yulo, Filipina) tidak turun, jadi sementara masih tertinggi di Asia Tenggara (Abiyu)," tambahnya.
Bila melihat hasil Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, Abiyurafi memang berada di peringkat ketiga khusus ASEAN di apparatus floor exercise. Dia berhasil mendapatkan nilai 13,066 dan hanya kalah dari Carlos Yulo (Filipina) dengan 14,566 poin dan Tikumporn Surintornta (Thailand) dengan 13,866 poin.
Kemudian di horizontal bar, Abiyurafi mendapatkan 12,500 poin. Nilai itu yang tertinggi dibanding atlet negara ASEAN lain seperti rekannya Satria Tri Wira Yudha (11,533 poin) dan atlet Vietnam, Do Nam Anh (11,500 poin). Karena itu, dia diproyeksi oleh tim pelatih untuk fokus turun di dua alat tersebut pada SEA Games 2025.
Ferrous menambahkan, Abiyurafi sebenarnya punya satu nomor alat lain yang hasilnya cukup bagus di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, yakni vault. Dia dapat nilai 13,966. Tapi sang pelatih mengatakan bahwa alat itu bukan prioritas.
"Jadi Abiyu kami sudah disiapkan untuk dua alat, floor dan horizontal. Itu melihat komposisi lawan juga. Dan untuk meja lompat, sementara memang dipersiapkan untuk nilai all-round saja. Memang belum," katanya.
Tapi, kata Ferrous One, bukan tak mungkin nantinya Abiyurafi jadi andalan di alat vault. Satu yang pasti, ia menyebut segenap tim pelatih sudah melakukan perhitungan dan kalkulasi matang-matang untuk peluang medali yang didapat Abiyurafi.
"Ke depan kalau memungkinkan memang akan dicoba. Tapi kita persiapan cuma satu tahun untuk menuju ke SEA Games, jadi kita harus memang-memang kalkulasinya harus diperhatikan, karena itu alat yang menggunakan kaki, lantai juga yang digunakan kaki, kita perhitungkan secara matang," terang dia.
"Itu sudah dikomunikasikan juga dalam artian itu teknis dari pelatih, jadi strateginya begitu. Karena kita melihat peluang, jadi harus ambilnya lantai dan palang tunggal. Untuk vault, paling untuk all round saja, dipersiapkan untuk jangka panjang," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
