Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 13.52 WIB

Kejurnas Layangan Aduan 2025 Resmi Dibuka, Perlasi Sebut Layangan Sudah Naik Kelas

Ketua Perlasi Sumsel Ponco Darmono, Ketum Perlasi Essa Muhammad, Juara Dunia Layangan Aduan Ko Akiat, dan Ketua Harian Perlasi Yose Rizal. (Istimewa) - Image

Ketua Perlasi Sumsel Ponco Darmono, Ketum Perlasi Essa Muhammad, Juara Dunia Layangan Aduan Ko Akiat, dan Ketua Harian Perlasi Yose Rizal. (Istimewa)

JawaPos.com–Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layangan Aduan Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (Perlasi) 2025 resmi dibuka pada Jumat (5/9). Tahun ini merupakan kejurnas Perlasi keempat yang dimulai pada 2022.

”Pertama kita kejurnas pada 2022, terus di 2023, 2024, dan ini tahun keempat,” ucap Ketua Umum Perlasi H. Essa Muhamad.

Dia mengaku, bangga Layangan Aduan sudah naik kelas dengan adanya ajang kejuaraan nasional. Sekarang Layangan Aduan dibuat profesional dengan aturan yang di sesuaikan KONI.

Terlebih lagi, Layangan Aduan kini didorong untuk menjadi olahraga prestasi karena dalam pertandingan atlet dituntut menggunakan teknik, analisis dan juga stamina.

”Layangan aduan naik kelas, yang dulunya pada maen di kampung-kampung nyeker gak ada peraturan,” ucap Essa Muhamad.

Essa Muhamad tegaskan, naik kelasnya Layangan Aduan ini berkat kerja keras Perlasi agar bisa maju ke dalam kejurnas. ”Perlasi sebagi wadah sudah mengangkat player layangan menjadi atlit layangan dan sudah mengadakan kejurnas,” terang Essa Muhamad.

Dia menambahkan, saat ini Perlasi sedang memperjuangkan Layangan Aduan agar merjadi cabang olahraga (cabor) professional. Itu dilakukan melalui Wakil Ketua KONI Mayjen TNI (Purn) Andrie T.U. Soetarno dan Penanggung Jawab Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Perpani Dr. Alman Hudri, M.Pd. sebagai dewan pembina.

Essa juga bersyukur, atas jerih payah Perlasi Layangan Aduan naik level ke kejuaraan nasional dan menghilangkan kebiasaan buruk para pemain layang-layang. ”Ini masuk bagian Perlasi menjadi solusi dari mereka yang judi dan mabuk karena banyak turnamen yang diselenggarakan,” imbuh Essa Muhamad.

Essa Muhamad mengungkapkan, bahwa Perlasi kini tersebar di 20 provinsi Indonesia. ”Ini perjuangan yang tidak mudah, melalui liku-liku yang pernah saya lewati dan dimusuhi gara-gara suudzon,” terang Essa Muhamad.

Essa bercerita, Kejurnas Layangan Aduan ini membuat susah tidur hingga berhari-hari hinggga sampai waktu yang cukup lama. ”Acara yang membuat saya tidak tidur satu bulan. Kurang tidur,” ucap Essa Muhamad.

Esa berharap peran pemerintah untuk ikut serta mendorong olahraga layangan aduan menjadi salah satu olahraga yang mampu menjadi andalan Indonesia. Pasalnya selain menjadi salah satu budaya, layangan aduan juga mempunyai potensi dari segi prestasi maupun pertumbuhan pariwisata dan ekonomi.

”Saat ini Indonesia adalah barometer dan pusat layangan aduan. Sudah banyak perajin layangan dan gelasan yang mengekspor ke negara-negara seperti Brazil, Argentina, Amerika, Peru, Belanda, Ingris, Perancis, Pakistan, Banglades, Malaysia, Brunei, Filipina, dan lain-lain,” tandas Essa Muhamad.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore