
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat bertanding melawan pebulu tangkis tunggal putra Singapura Jia Heng Jason Teh dalam babak 32 besar Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menetapkan target untuk Kejuaraan Dunia 2025. Federasi menargetkan ada satu gelar yang bisa dibawa pulang oleh tim bulu tangkis Indonesia, dan membebankan target itu kepada para pemain senior.
Indonesia mengirimkan total 12 wakil untuk berlaga di Kejuaraan Dunia 2025. Jumlah itu terdiri dari masing-masing tiga wakil dari sektor tunggal putra dan ganda putra, serta tiga sektor lain hanya punya dua wakil.
Ke-12 atlet Indonesia itu akan bertarung di Kejuaraan Dunia 2025, yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis pada 25-31 Agustus mendatang. Mereka bakal memperebutkan lima emas atau status juara dunia.
Eng Hian selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, mengungkapkan bahwa federasi tak mematok target muluk-muluk. Tapi dia berharap satu wakil yang berhasil pulang dengan status juara dunia.
"Di Kejuaraan Dunia 2025 saya menargetkan satu gelar juara. Saya berharap dari semua sektor terutama pemain senior bisa menunjukkan prestasi," kata Eng Hian dalam keterangan resmi PP PBSI, Kamis (14/8).
Namun tak disebutkan sosok senior yang dimaksud oleh Eng Hian. Tapi berkaca dari skuad Indonesia yang ikut serta di Kejuaraan Dunia 2025, ada beberapa nama yang diprediksi jadi andalan.
Mereka adalah Anthony Ginting dan Jonatan Christie dari tunggal putra, serta Gregoria Mariska Tunjung dari tunggal putri. Kemudian ada juga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari sektor ganda putra.
Lalu di ganda putri ada sosok Febriana Dwipiji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dan duet ganda campuran yang diwakili Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Nah Eng Hian menyatakan bahwa pemain senior yang dimaksud tak hanya untuk mereka yang berstatus anggota Pelatnas PBSI. Tapi juga berlaku untuk para pemain profesional seperti Jonatan dan Sabar/Reza.
"Semua pasti mau hasil yang terbaik, dukungan kami juga termasuk kepada pemain-pemain profesional, Jonatan dan Sabar/Reza," jelas Didi, sapaan akrab Eng Hian.
Indonesia sendiri sudah cukup lama berada dalam masa paceklik gelar di Kejuaraan Dunia. Terakhir kali ada wakil Merah Putih yang menyabet status juara dunia adalah duet ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada 2019.
Setelahnya, Indonesia Raya tak pernah bisa berkumandang lagi. Adapun pada edisi terakhir di 2023, pencapaian terbaik adalah medali perak oleh Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
