
Charles Leclerc bersama tim Ferrari. (Instagram @charles_leclerc)
JawaPos.com – Ferrari mengaku belum sepenuhnya memahami penyebab turunnya performa Charles Leclerc yang drastis di Grand Prix Hungaria 2025.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (5/8), Leclerc memimpin balapan dengan kuat pada dua stint pertama, tetapi kehilangan kecepatan signifikan setelah pit stop terakhir, membuatnya disalip oleh Oscar Piastri dan George Russell sebelum finis di posisi keempat.
Pembalap asal Monako itu sempat terdengar sangat frustrasi melalui radio tim, menyebut mobilnya tidak dapat dikendarai setelah kehilangan grip dan kecepatan.
Performa buruk di stint terakhir tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat Ferrari sebelumnya tampil dominan sepanjang paruh awal balapan.
Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, mengungkapkan bahwa timnya masih belum mengetahui penyebab pasti dari penurunan performa tersebut.
Vasseur menggambarkan situasi tersebut sebagai situasi aneh dan menyebut bahwa kemungkinan ada masalah pada sasis atau komponen lain yang belum terdeteksi selama balapan berlangsung.
Vasseur juga membantah bahwa perubahan setelan sayap depan saat pit stop terakhir menjadi penyebab utama.
Menurutnya, pengaturan tersebut telah dikonfirmasi tidak mengalami kesalahan, dan kehilangan waktu sudah terjadi sejak putaran awal stint terakhir. Vasseur menyebut mobil kehilangan sekitar satu detik per putaran, yang kemudian bertambah seiring jalannya balapan.
Vasseur juga membantah teori dari George Russell yang menyebut bahwa Ferrari mungkin menaikkan tekanan ban Leclerc demi menghindari keausan papan dasar mobil yang berisiko menyebabkan diskualifikasi.
Namun, Vasseur menegaskan bahwa kehilangan kecepatan sebesar dua detik per putaran terlalu signifikan untuk hanya disebabkan oleh tekanan ban.
Meski demikian, Ferrari berkomitmen untuk menyelidiki secara menyeluruh potensi kerusakan pada sasis atau bagian lain dari mobil.
Ketidakjelasan ini menambah deretan tantangan teknis yang dihadapi tim dalam kampanye Formula 1 (F1) musim ini, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya reliabilitas teknis dalam meraih kemenangan di level tertinggi. (*)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
