
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum saat menghadapi pebulu tangkis ganda putri Taiwan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dalam babak 32 besar Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/5/2025). (Salman Toyibi/
JawaPos.com - Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, harus ditarik keikutsertaannya dari Japan Open (15-20 Juli) dan China Open (22-27 Juli).
Hal itu berdasar evaluasi dari turnamen yang diikuti sebelumnya. Kedua pasangan dianggap belum bisa maksimal untuk tampil di level 500 ke atas.
Untuk Apriyani/Febi, mereka baru mengikuti empat turnamen dengan hasil babak 16 besar Taipei Open, 32 besar Thailand Open, Semifinal Malaysia Masters dan 16 besar Indonesia Open.
Greysia Polii menuturkan, saat ini ganda putri sedang menjalani perombakkan. Mulai dari tim pelatih hingga pemain.
Karenanya, menurut Greysia, yang harus digenjot adalah bagaimana menyingkronkan visi pelatih dan atlet.
"Bagaimana bisa cepat nyambung, connect satu sama lain. Karena biar gimanapun atlet dan pelatih itu setiap hari bersama. Bahkan melebihi," tuturnya.
Setiap hari, antara pelatih dan atlet bisa menghabiskan waktu 10 jam bersama untuk berlatih. Belum lagi ditambah perjalanan menuju turnamen.
"Jadi menurut saya perlu ada percepatan untuk bagaimana bisa dapat kliknya itu," katanya.
Disinggung perihal duet Apriyani/Febi yang secara usia terpaut jauh dengan 27 tahun berbanding 21 tahun, Greysia menuturkan, ketika bermain di ganda ada keunikan tersendiri. "Mau mereka umurnya lebih jauh atau dia umurnya sama, setiap kali main ganda itu ada keunikannya. Karena kita harus menyatukan dua orang, dua kepala dalam satu visi," ucapnya.
Karenanya, juara Olimpiade Tokyo 2020 itu ingin benar-benar ada percepatan dalam kolaborasi antar pemain dan pelatih. "Dari setiap latihan ada kesamaan mindset, kesamaan keinginan, itu harus cepat disamakan, semoga bisa cepat juga dalam membuahkan prestasi," harapnya.
Dia menilai bagaimana untuk mencapai kemenangan itu yang harus dipersiapkan sejak saat ini percepatannya.
"Bukan hanya secepat kita latihan, rajin latihan, tapi secepat apa kita mau bisa berkolaborasi antara pasangan ini. Itu yang saya juga kasih masukan, kasih dukungan kepada pasangan-pasangan baru, bukan hanya Apri dan Febi ini," katanya.
TANPA GELAR: Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Rachel Allessya Rose saat tampil di semifinal BATC 2024 di Setia City Convention Center, Selangor, Sabtu (17/02/2024). (ANTARA/HO-PBSI)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
