Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 05.23 WIB

PBSI Tarik Apriyani/Febi dan Rachel/Meilysa dari Japan-China Open, Dianggap Tak Maksimal Tampil di Level 500 ke Atas

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum saat menghadapi pebulu tangkis ganda putri Taiwan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dalam babak 32 besar Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/5/2025). (Salman Toyibi/ - Image

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum saat menghadapi pebulu tangkis ganda putri Taiwan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dalam babak 32 besar Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/5/2025). (Salman Toyibi/

JawaPos.com - Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, harus ditarik keikutsertaannya dari Japan Open (15-20 Juli) dan China Open (22-27 Juli).

Hal itu berdasar evaluasi dari turnamen yang diikuti sebelumnya. Kedua pasangan dianggap belum bisa maksimal untuk tampil di level 500 ke atas.

Untuk Apriyani/Febi, mereka baru mengikuti empat turnamen dengan hasil babak 16 besar Taipei Open, 32 besar Thailand Open, Semifinal Malaysia Masters dan 16 besar Indonesia Open.
Greysia Polii menuturkan, saat ini ganda putri sedang menjalani perombakkan. Mulai dari tim pelatih hingga pemain.

Karenanya, menurut Greysia, yang harus digenjot adalah bagaimana menyingkronkan visi pelatih dan atlet.

"Bagaimana bisa cepat nyambung, connect satu sama lain. Karena biar gimanapun atlet dan pelatih itu setiap hari bersama. Bahkan melebihi," tuturnya.

Setiap hari, antara pelatih dan atlet bisa menghabiskan waktu 10 jam bersama untuk berlatih. Belum lagi ditambah perjalanan menuju turnamen.

"Jadi menurut saya perlu ada percepatan untuk bagaimana bisa dapat kliknya itu," katanya.

Disinggung perihal duet Apriyani/Febi yang secara usia terpaut jauh dengan 27 tahun berbanding 21 tahun, Greysia menuturkan, ketika bermain di ganda ada keunikan tersendiri. "Mau mereka umurnya lebih jauh atau dia umurnya sama, setiap kali main ganda itu ada keunikannya. Karena kita harus menyatukan dua orang, dua kepala dalam satu visi," ucapnya.

Karenanya, juara Olimpiade Tokyo 2020 itu ingin benar-benar ada percepatan dalam kolaborasi antar pemain dan pelatih. "Dari setiap latihan ada kesamaan mindset, kesamaan keinginan, itu harus cepat disamakan, semoga bisa cepat juga dalam membuahkan prestasi," harapnya.

Dia menilai bagaimana untuk mencapai kemenangan itu yang harus dipersiapkan sejak saat ini percepatannya.

"Bukan hanya secepat kita latihan, rajin latihan, tapi secepat apa kita mau bisa berkolaborasi antara pasangan ini. Itu yang saya juga kasih masukan, kasih dukungan kepada pasangan-pasangan baru, bukan hanya Apri dan Febi ini," katanya.

TANPA GELAR: Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Rachel Allessya Rose saat tampil di semifinal BATC 2024 di Setia City Convention Center, Selangor, Sabtu (17/02/2024). (ANTARA/HO-PBSI)

 
Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore