Rolly Carnando (kiri) and Bagas Maulana. (AFP via Jawa Pos)
JawaPos.com - Ganda putra Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, memiliki tantangan besar dalam keikutsertaannya di All England 2025 yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, pada 11-16 Maret. Pertama, GasLe -akronim Bagas/Leo- sudah lama tidak tampil. Mereka terakhir kali turun di turnamen saat terhenti di perempat final (QF) Thailand Masters Super 300 pada 28 Januari-2 Februari. Artinya, sudah lebih dari satu bulan mereka tidak merasakan atmosfer lapangan pertandingan.
Kedua, hasil yang didapat dalam beberapa event terakhir juga tidak maksimal. Selain QF di Thailand, dua kali pertandingan sebelumnya harus terhenti di babak 32 besar. Yakni, saat ditundukkan pasangan Malaysia Nur Moh Azrin Ayub/Wee Kiong Tan (16-21, 17-21) di Indonesia Masters. Lalu, dikalahkan seniornya Fajar Alfian/Rian Ardianto (17-21, 22-20, 14-21) di China Masters.
Namun, Bagas menegaskan saat ini kondisinya sudah aman untuk main di kejuaraan badminton tertua itu. "Persiapan sudah bagus. Semoga dapat hasil terbaik di All England," harapnya. Di babak 32 besar, GasLe bakal menghadapi duo Taiwan Fang Chih Lee/Fang Jen Lee. GasLe memiliki rekor yang cukup baik dengan head-to-head 1-0. Satu-satunya pertemuan saat menang di Kumamoto Masters 2024. Saat itu, GasLe menang rubber game (15-21, 21-15, 21-13).
Karena sudah lama tak berhadapan dengan Fang/Fang, Bagas menyebutkan banyak melihat permainan lawan di berbagai turnamen terakhir. Lawan juga terlihat belum dalam kondisi terbaik jika mengacu pada hasil yang langsung tersisih di babak 32 besar Orleans Masters. Mereka dikalahkan duo Tiongkok Chen Bo Yang/Liu Yi (21-15, 15-21, 19-21). "Pasti kami nonton dulu sebelum main atau lagi iseng-iseng aja di jalan nonton (permainan lawan)," ucapnya.
Bagas menyebutkan, saat ini yang menjadi konsentrasi utama adalah memperbaiki sisi non teknis. Sebab, persaingan antara pemain ganda putra dunia sudah mulai merata. "Ya kami pokoknya lakukan yang terbaik aja di lapangan," beber pemain binaan PB Djarum tersebut.
Pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho menambahkan, All England merupakan turnamen bergengsi. Karena itu, setiap pemain harus menunjukkan performa terbaik saat tampil.
"Selain latihan teknik dan fisik yang keras selama di Jakarta, juga menjaga fokus, mencukupi asupan makanan, istirahat yang bagus dan beradaptasi dengan cuaca," kata Antonius. Menurutnya, hal-hal kecil yang ada cukup berpengaruh terhadap hasil yang bakal didapat para pemain. "Ini akan sangat penting ketika mereka masuk lapangan," terang pelatih yang akrab disapa Anton itu.
Tim Indonesia sudah terbang dari rute Jakarta ke Birmingham via Dubai pada Sabtu (8/3) dini hari. Hanya pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie yang terbang lebih dulu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
