Ganda putra Indonesia Fajar/Rian memastikan tempat di final usai menang melawan ganda putra Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh pada babak semi final Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/01/2025). (Dery Ridw
JawaPos.com - Beban berat dipikul Fajar Alfian/Muhamamd Rian Ardianto jelang All England 2025. Pasangan ganda putra andalan Indonesia itu ditargetkan mencetak hattrick alias tiga kali juara secara beruntun di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut pada Maret mendatang.
Fajar/Rian berstatus sebagai juara bertahan di All England 2025. Duet nomor empat dunia itu telah berhasil membawa pulang gelar BWF World Tour Super 1.000 tersebut dua kali, yakni pada 2023 dan 2024.
Capaian dua gelar itu membuat Fajar/Rian menyamai rekor yang dimiliki oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sebelumnya The Minions -julukan Kevin/Marcus - pernah melakukan itu pada 2017 dan 2018.
Meski sudah dua gelar, Fajar/Rian dianggap masih bisa menjadi juara All England lagi. Mereka dinilai mampu mencetak hattrick alias menjuarai ajang tersebut dalam tiga edisi beruntun.
Hal itu dikatakan oleh Antonius Budi Ariantho, pelatih pepala ganda putra Pelatnas PBSI. Dia menyebut target hattrick dibebankan kepada Fajar/Rian di All England 2025, yang digelar pada 11-16 Maret mendatang.
"Ya secara target, mesti harus mempertahankan karena dia juga punya keinginan mau hattrick. Itu tadi memotivasi FajRi (akronim Fajar/Rian)," kata Antonius beberapa waktu lalu.
"Saya rasa sih, ya saya (kalau) sebagai pemain juga seperti mereka, ya pengen hattrick gitu loh, pasti targetnya juara," tambah pelatih jebolan PB Djarum Kudus ini.
Andai Fajar/Rian berhasil menjuarai All England 2025, maka mereka menyamai rekor yang pernah ditorehkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Owi/Butet - sapaan Tontowi/Liliyana - pernah hattrick All England pada 2012, 2013, dan 2014.
Di satu sisi, pelatih yang akrab disapa Anton itu sadar bahwa target hattrick All England tak mudah untuk diwujudkan Fajar/Rian. Anak didiknya itu harus mempersiapkan diri lebih baik dan berlatih lebih keras, disiplin, dan komitmen.
Menurut Anton, Fajar/Rian saat ini masih punya sejumlah aspek yang harus dibenahi, terutama terkait masalah fisik seperti power dan daya tahan otot.
"Kalau saya sih lihatnya dari observasi saya selama sebulan di Pelatnas PBSI ini. Saya lihat power endurancenya mesti dikuatkan, strengthnya itu harus ditambah kayak kekuatan otot, daya tahan otot, stamina itu harus ditambah lagi, ditingkatkan lagi," terang Anton.
Ketika ditanya perihal faktor mental, Anton menyebut aspek itu bukan jadi masalah untuk Fajar/Rian. Menurutnya, pemain jebolan PB SGS PLN Bandung dan PB Jaya Raya Jakarta itu sudah punya pengalaman dan mental yang bagus.
"Kalau saya rasa sih, secara mental, pengalaman, dia udah punya semua. Cuma, kekurangan aja yang harus kita perbaiki. Kekurangannya di mana? Kita cari," ucapnya.
"Kalau saya (lihat), kekurangannya di kekuatan otot, daya tahan ototnya, sama stamina endurancenya, itu harus dikuatkan. Itu penting di samping juga skill, teknik," jelas Anton.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
