Frederic Fugen ketika persiapan akhir sesaat sebelum melompat dari puncak Autograph Tower. (Thibault Gaucet/Red Bull Content Pool)
JawaPos.com — Aksi menegangkan Frederic Fugen melompat dari Autograph Tower, gedung tertinggi di Indonesia, pada 8 Januari lalu menjadi sorotan dunia. BASE jump yang ia lakukan tidak hanya menandai pencapaian luar biasa bagi karirnya, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam olahraga dirgantara di Jakarta.
BASE jump adalah salah satu olahraga ekstrem paling menantang yang memadukan keberanian, keterampilan, dan perhitungan presisi. Akronim BASE sendiri berarti Building (bangunan), Antenna (menara), Span (jembatan), dan Earth (tebing atau alam), yang merupakan titik-titik lompatan favorit para atlet.
Tidak seperti skydiving, BASE jump dilakukan dari ketinggian yang lebih rendah, yang memberikan waktu lebih singkat untuk membuka parasut. Hal ini membuat olahraga ini sangat berisiko karena tidak ada ruang untuk kesalahan kecil sekalipun.
Para BASE jumper hanya menggunakan satu parasut khusus yang dirancang untuk pembukaan cepat. Parasut ini memungkinkan mereka untuk membuka dengan aman meskipun jarak antara titik lompatan dan tanah sangat dekat.
Selain itu, banyak BASE jumper yang menggunakan wingsuit untuk membantu mengontrol kecepatan dan arah selama lompatan. Kombinasi ini menjadikan BASE jump sebagai olahraga yang menuntut keterampilan tinggi dan keberanian luar biasa.
Pada acara di Autograph Tower, Frédéric Fugen mencetak sejarah dengan lompatan dari gedung setinggi 385 meter. Gedung ini tidak hanya menjadi yang tertinggi di Indonesia tetapi juga di belahan Bumi selatan.
Autograph Tower kini menjadi simbol baru kemajuan Jakarta sebagai megalopolis global. Aksi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia di mata dunia sebagai tuan rumah kegiatan olahraga ekstrem kelas dunia.
Frederic Fugen sendiri bukan nama baru dalam dunia BASE jump. Atlet asal Prancis ini telah melakukan lompatan solo pertamanya sejak usia 16 tahun dan terus mencatatkan berbagai rekor dunia.
Pada 2014, ia melakukan BASE jump dari gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai, yang memiliki ketinggian 828 meter. Lompatan ini membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu atlet BASE jump terbaik sepanjang masa.
Tidak hanya BASE jump, Frederic juga dikenal inovatif dengan menggabungkan olahraga lainnya. Salah satu aksinya yang paling terkenal adalah sky skiing, yaitu kombinasi skydiving dan ski, yang ia lakukan dari balon udara di Prancis pada 2022.
Setiap aksi BASE jump membutuhkan persiapan yang sangat matang. Risiko tinggi yang melekat pada olahraga ini memaksa para atlet untuk memperhatikan detail, mulai dari arah angin hingga koordinasi dengan tim pendukung.
Aksi Frederic di Jakarta didukung oleh TNI AU dan tim profesional untuk memastikan keselamatannya. Dukungan ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam olahraga ekstrem seperti BASE jump.
Meski durasi lompatan biasanya hanya sekitar 30 detik, persiapannya bisa memakan waktu berminggu-minggu. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya para BASE jumper dalam menghadapi setiap tantangan.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keberanian tetapi juga membawa pesan inspiratif bagi generasi muda Indonesia. Melalui sesi berbagi pengalaman, Frédéric berharap dapat memotivasi anak muda untuk mengejar mimpi mereka.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
