Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Desember 2024 | 01.05 WIB

Indonesia Tanpa Gelar di BWF World Tour Finals 2024, PBSI Soroti Dua Kekurangan Utama Jonatan Cs

Jonatan Christie hanya mampu melaju hingga semifinal di BWF World Tour Finals 2024. (Dok: PBSI)

 

JawaPos.com - Tim bulu tangkis Indonesia mengalami kegagalan di BWF World Tour Finals 2024. Tak ada satupun wakil Merah Putih yang berhasil menjadi juara, bahkan lolos ke partai puncak pun tak ada yang berhasil.

Dari enam pemain/pasangan Indonesia yang ikut serta dalam BWF World Tour Finals 2024, hanya ada tiga wakil yang berhasil melaju hingga babak semifinal. Fase empat besar itu sekaligus jadi pencapaian terbaik para wakil Merah Putih.

Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari sektor ganda putra, serta Jonatan Christie di nomor tunggal putra. Ketiga wakil Indonesia itu kompak kalah tersisih di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, Tiongkok, Sabtu (14/12).

Fajar/Rian misalnya, harus mengakui ketangguhan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Mereka kalah lewat duel rubber dengan skor 21-17, 16-21, 25-27.

Kemudian Sabar/Reza, yang merupakan duet non Pelatnas PBSI, menyerah di tangan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dari Denmark. Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 21-23, 13-21.

Sementara Jonatan Christie, tak mampu melaju ke final karena dikandaskan oleh Anders Antonsen dari Denmark. Suami dari selebritas Shania Junianatha itu menyerah dalam duel rubber 6-21, 21-15, 13-21.

Adapun tiga wakil Indonesia lain seperti Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran), hanya bertanding di fase grup saja.

Mulyo Handoyo selaku koordinator pelatih Pelatnas PBSI menilai para pemain Indonesia sudah tampil maksimal, terutama mereka yang merupakan penghuni Pelatnas Cipayung. "Tetapi ke depannya harus diperbaiki kondisi fisik dan mentalnya," katanya dalam keterangan PBSI, Minggu, Minggu (15/12).

"Seperti Jojo (Jonatan Christie) dan Grego (Gregoria Mariska Tunjung) terlihat sedikit menurun permainannya di game ketiga. Jadi memang harus ditingkatkan stamina dan power-nya. Secara teknik mereka tidak kalah," tambah mantan pelatih Taufik Hidayat ini.

Kepala Bidang Pengembangan Prestasi Pelatnas, Eng Hian, juga sepakat dengan evaluasi dari Mulyo. "Saya juga sangat concern dengan masa persiapan atlet. Hampir semua sektor kita perlu menyempurnakan kondisi fisik dan non-fisik atau mental mereka," jelasnya.

Kegagalan ini membuat puasa gelar Indonesia di BWF World Tour Finals terus berlanjut. Skuad Merah Putih tak pernah lagi menjuarai ajang penutup tahun ini dalam lima tahun belakangan.

Terakhir kali ada wakil Indonesia menjuarai BWF World Tour Finals adalah pada 2019. Saat itu wajah Indonesia diselamatkan oleh duet ganda putra senior, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Gelar pasangan berjuluk The Daddies itu meraih satu-satunya gelar yang didapat oleh Indonesia dalam turnamen penutup tahun tersebut.

"Ke depannya saya akan lebih fokus meningkatkan dua hal ini. Ini bukan hasil yang terbaik, tetapi kita semua harus lebih yakin dengan visi dan misi kepengurusan baru dan tentunya kita harus punya semangat dan harapan baru," pungkas Eng Hian.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore