
Anthony Sinisuka Ginting tumbang dan gagal raih medali emas di Olimpiade 2024. (Instagram/@timindonesiaofficial)
JawaPos.com – Kegagalan di Olimpiade Paris 2024 meninggalkan kekecewaan mendalam bagi seorang Anthony Sinisuka Ginting. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia itu mengaku sempat kesulitan dalam menerima hasil yang didapat di Olimpiade keduanya tersebut.
Pada Olimpiade Paris 2024, Anthony Ginting harus tersisih pada fase grup H. Dia gagal juara grup setelah menelan kekalahan dari wakil tuan rumah Toma Junior Popov lewat pertarungan rubber 19-21, 21-17, 15-21. Padahal, sebelumnya Anthony Ginting menang atas Howard Shu (Amerika Serikat).
Anthony Ginting pun mengakui hasil itu tidak sesuai dengan harapan. "Tapi, memang ya itulah apa yang harus diterima dengan hati ikhlas juga. Memang enggak gampang juga buat move on dari Olimpiade kemarin," katanya di Pelatnas PBSI.
Bagi Anthony Ginting, hasil di Paris memang jauh lebih buruk dari pencapaiannya di Olimpiade Tokyo 2020 (2021). Tiga tahun lalu, pemain jebolan PB SGS PLN Bandung itu berhasil meraih medali perunggu. "Saya pribadi juga inginkan dengan harapan yang besar juga," tuturnya.
"Tapi, ya memang apa yang udah saya siapkan selama di Jakarta, terus juga training camp, perjalanan match-nya juga, waktu lawan Popov juga udah coba semuanya dengan maksimal. Meskipun hasilnya nggak sesuai sama harapan, tapi saya rasa saya udah kasih yang maksimal," imbuh Anthony Ginting.
Pebulu tangkis asal Cimahi, Jawa Barat, itu pun mengaku butuh waktu untuk memulihkan mental akibat kegagalan di Paris. Anthony Ginting sempat absen di Korea Open 2024.
Tapi, menurut Ginting, waktu yang dibutuhkan untuk pulih bukan karena gagal saja. Tapi, memang setahun sebelum Olimpiade dia sudah fokus mempersiapkan diri hingga mengorbankan banyak hal. Anthony Ginting pun merasa apa yang dilakukan semuanya sudah maksimal.
"Jujur aja beberapa minggu setelah Olimpiade beres ya, kayak langsung capek banget gitu dari badan, pikiran, semua segala macem juga capek banget setelah pertandingan," terang Ginting.
"Dan, buat kayak mau balik lagi latihannya juga gak gampang gitu. Latihan-latihan doang, tapi kayak buat mulai lagi buat nge-pushnya, buat fokusnya lagi buat turnamen berikutnya juga rnggak gampang juga," tambah Ginting.
Sebelum absen di Korea Open 2024, Ginting sempat tampil di Japan Open 2024. Namun, dia tak mampu menyelesaikan satupun pertandingan karena ada kendala pada kakinya. Ginting pun mundur dan tak mau memaksakan diri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
