
WADAH BERKOMUNIKASI: Arena panjat tebing di kompleks lapangan Dispora Jatim, Kertajaya, Surabaya, adalah salah satu yang teramai dipakai berlatih serta berlomba. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com - Salah satu cara untuk menekuni hobi panjat tebing adalah bergabung dengan klub. Di Surabaya, setidaknya ada beberapa klub yang aktif. Di antaranya, Phyxius Climbing Gym, Eiger Climbing Club, PCS (Pataga Climbing School), SCF, dan Warrior.
Beberapa klub itu memiliki lintasan panjat tebing sendiri. Phyxius, misalnya, punya fasilitas di daerah Pakis, Sawahan. Mereka membuka tempat latihan panjat tebing untuk umum, mulai anak-anak hingga profesional.
Lalu, Eiger juga memiliki dinding panjat sendiri di daerah MERR (Middle East Ring Road), Surabaya, untuk nomor boulder serta di Wiyung untuk nomor lead dan speed. Dinding panjat yang terletak di Wiyung bahkan sangat mudah dikenali karena terletak di pinggir jalan raya. Hal itu dinilai sedikit membantu promosi olahraga panjat tebing.
”Di Wiyung itu di pinggir jalan, terus di sebelahnya ada sekolah, jadi mudah diketahui,” kata pelatih Eiger Climbing Club Ronald Mamarimbing kepada Jawa Pos.
”Plus, ada pemberitaan yang baik terus (soal panjat tebing, Red) dari televisi maupun cetak. Itu bikin peminatnya semakin banyak dan perkembangannya semakin baik,” lanjut sosok yang juga menangani tim pemusatan latihan daerah (puslatda) panjat tebing Jatim tersebut.
Ya, peminat olahraga panjat tebing makin banyak seiring dengan prestasi atlet nasional di beberapa multievent terakhir seperti Asian Games 2018 dan 2022 serta Olimpiade 2024. Di klub Eiger, misalnya, saat ini ada 30–40 anak yang rutin berlatih. Jumlah itu naik sekitar 50 persen ketimbang lima tahun lalu. ”Dulu mungkin 15–20 anak yang datang tiap latihan,” ujar Ronald.
Nah, jika bicara tentang kebutuhan prestasi, para atlet panjat tebing di Surabaya punya satu tempat yang menjadi acuan. Yaitu, dinding panjat di kompleks lapangan Dispora Jatim, Kertajaya, Surabaya. Jika tak ada jadwal latihan atlet puslatda atau atlet Jawa Timur, atlet dari klub bisa menggunakan fasilitas tersebut. (ka/c14/dra)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
