Bagas/Fikri saat tampil di final Thailand Open. Mereka kini menembus semifinal French Open 2023.
JawaPos.com – Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri masih harus menunggu untuk mengakhiri paceklik gelar juara yang sudah setahun lebih tak dirasakan.
Tadi malam (9/4) pasangan berakronim BaKri itu harus mengakui keunggulan duo Tiongkok Chen Bo Yang/Liu Yi. BaKri kalah dua game langsung (19-21, 17-21) di partai final Orleans Masters yang berlangsung di Palais des Sport, Orleans.
Di laga final ini, BaKri bisa dikatakan terlambat panas dan selalu tertekan oleh lawan. Pada set pertama, misalnya. BaKri selalu tertinggal. Mulai 1-5, 3-9, 7-11, 12-16.
Momentum didapat saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Namun, mereka kembali tertinggal menjadi 18-20 dan 19-21. Kekalahan pada set pertama ini begitu menyesakkan lantaran poin kemenangan lawan didapat dari serve Bagas yang tidak sampai.
Pada set kedua permainan mulai berubah. BaKri lebih banyak memimpin poin. Mulai dari 5-3, 7-4. Kembali lagi. Setelah ini, kesalahan-kesalahan sendiri banyak dilakukan. Akibatnya, mereka tersalip menjadi 10-11, 11-15, 13-17, 15-19, dan ditutup 17-21.
Fikri mengakui start saat melawan pasangan Negeri Tirai Bambu kurang bagus. Hal itu membuatnya tertekan dan lawan yang masih muda justru lebih percaya diri.
Ya, hasil yang begitu disesalkan BaKri. Sebab, momen untuk memutus puasa gelar sebetulnya terbuka lebar. Apalagi, lawan masih junior dan bahkan harus memulai Orleans Masters di babak kualifikasi dengan mengalahkan wakil tuan rumah Kenji Lovang/Leo Rossi (21-13, 21-16).
Sebelumnya di semifinal, BaKri justru bisa mengalahkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dengan skor ketat (13-21, 21-18, 23-21).
Asisten pelatih ganda putra Aryono Miranat menyebutkan, latihan di pelatnas selalu memunculkan iklim kompetitif antar pasangan ganda putra yang memiliki enam pasangan top dunia.
’’Untuk Bagas/Fikri adalah fokus dan motivasi untuk menjadi juara yang masih bisa terus ditingkatkan,’’ ungkap Aryono.
Sementara itu, Fikri ke depan ingin bermain lebih lepas dan tanpa beban. ’’Mainnya seperti biasa seperti sebelum juara (All England),’’ ungkapnya.
Kendati demikian, berhasil meraih runner-up menjadi prestasi terbaik bagi BaKri sepanjang tur Eropa ini. Sebelumnya, pasangan ranking ke-15 dunia tersebut hanya sampai perempat final All England dan Swiss Open, serta harus terhenti di babak 16 besar Spain Masters pekan lalu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
