CEO City Mountain Bike Kristoff Bruyneel.
JawaPos.com–Tim Indonesia berencana menurunkan delapan pesepeda pada gelaran Union Cycliste Internationale (UCI) Mountain Bike (MTB) Eliminator Word Cup 2024 seri ke-3. Lomba berlangsung di Sirkuit SG 1973 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (19/5).
Ade Agung Diantara, salah seorang pesepeda yang tampil menuturkan, dari delapan yang tampil, tujuh di antaranya atlet putra. Sedangkan, Dara Latifah yang pada musim lalu sukses naik podium dengan meraih perak tidak tampil lantaran mengalami cedera.
”Dara Latifah sekarang alami cedera, jadi dia belum bisa berpartisipasi di Eliminator World Cup,” kata Ade Agung Diantara.
Menurut dia, persaingan tambah keras. Masing-masing atlet terus berlatih dan mengasah diri dari kegagalan sebelumnya.
”Saya pikir semakin ke depan lawan pasti semakin kuat. Kita dari Indonesia juga berusaha untuk menjadi yang terbaik dengan terus berlatih,” tutur Ade Agung Diantara.
Ade sudah mengikuti event itu pada edisi 2022. Dia sudah memiliki evaluasi khusus di edisi kali ini.
”Dari 2022 pengalaman yang saya ambil terutama dari sepeda. Kemarin itu handling sepedanya kurang pas,” ujar Ade Agung Diantara.
”Saya mempelajari pelan-pelan untuk trek dan mencobanya sampai enak melewati lintasan itu,” imbuh dia.
Dia merasa tidak ada jalur di track yang berbeda dari sebelumnya. Hanya ada satu bagian yang dekat garis finish jalannya lebih menyempit. Butuh fokus agar lebih aman.
Sementara itu, Vara Sefti mengaku bisa tampil pada event itu seperti mendadak. Lantaran dadakan, Vara baru lima kali berlatih.
”Saya ditelepon pelatih untuk tampil di event ini. Alhamdulillah tidak menyangka bisa ikut di event ini,” kata Vara Sefti, atlet dari Sumatera Selatan itu.
Ya, target terbaik dicanangkan Vara Sefti. Sebab, dari event itu, dia ingin tembus ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) MTB Indonesia.
CEO City Mountain Bike Kristoff Bruyneel senang bisa kembali ke Palangkaraya. ”Saya benar-benar mengucapkan selamat kepada semua tim yang membangun lintasan. Sebab, lintasannya sungguh luar biasa,” ujar Kristoff Bruyneel.
Menurut dia, semua modifikasi yang diminta berjalan baik. Hanya ada sedikit modifikasi di trek.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
