Salah satu insiden besar yang terjadi pada balapan Formula 1 GP Australia, Minggu (2/4).
JawaPos.com – Balapan Formula 1 GP Australia di Sirkuit Albert Park Minggu (2/4) lalu harus terhenti tiga kali karena red flag. Pertama, karena insiden tabrakan pembalap Williams Alex Albon di lap ketujuh.
Kedua, saat Kevin Magnussen menabrak pagar pembatas empat lap jelang balapan berakhir. Insiden pembalap Haas itu mengakibatkan balapan harus start ulang.
Sesaat setelah start ulang, Fernando Alonso justru bertabrakan dengan Carlos Sainz. Di saat hampir bersamaan, dua pembalap Alpine, Pierre Gasly dan Esteban Ocon, juga bertabrakan. Red flag ketiga pun berkibar.
Keputusan tiga kali red flag mendapat kecaman dari pembalap. Sebab, dari tiga red flag tersebut, ada enam mobil yang mengalami kerusakan fatal.
Bahkan, Charles Leclerc dari Ferrari dan George Russell (Mercedes) harus gagal finis.
George Russell menilai keputusan itu sebagai sebuah hal yang tidak perlu. Sementara Lando Norris, yang sebenarnya berhasil meraih poin pertamanya untuk McLaren musim ini, menilai FIA membuat kebijakan hanya untuk kepentingan hiburan.
Bos Mercedes Toto Wolff juga senada. Alih-alih red flag, dia menilai masih ada alternatif kebijakan lain yang bisa diambil.
’’Restart bagus untuk faktor hiburan, tapi yang kita perlu pahami ke depan adalah kapan red flag dikibarkan dan kapan waktunya safety car atau VSC (virtual safety car, Red),’’ kata Wolff.
Lebih lanjut, Wolff menegaskan bahwa Mercedes selalu mengikuti aturan yang berlaku. Namun, dia juga berharap ada kejelasan soal bagaimana aturan tersebut dijalankan.
’’Terserah apakah itu VSC, safety car, atau red flag. Selama kami masih bisa membuat rencana (setelah aturan berlaku, Red) tidak masalah,’’ tegasnya.
Mercedes sempat tidak diuntungkan saat red flag pertama. Berstatus sebagai pemimpin balapan, Russell masuk pit sesaat sebelum keputusan red flag dikeluarkan.
Karena red flag itu, semua pembalap akhirnya masuk pit dan bisa mengganti ban. Itu mengakibatkan posisi Russell harus turun sebelum akhirnya gagal menyelesaikan balapan karena mobilnya terbakar di lap ke-18.
’’Kita hanya perlu mendefinisikan apa (aturan, Red) itu,’’ ucap Wolff. ’’Restart boleh saja, tapi ketika hal itu datang sebagai sebuah kejutan dan kita tidak benar-benar mengerti (mengapa dilakukan, Red), maka seharusnya tidak dilakukan terlalu banyak,’’ imbuhnya.
’’Saya mendukung sebuah hiburan, tapi aturan adalah kunci dalam olahraga. Jadi, mari kita definisikan apa itu safety car, apa itu VSC, dan apa itu red flag,’’ lanjutnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
