
Legenda Tenis Indonesia Wynne Prakusya bersama West Tennis Academy (WTA) dan Pigeon Teens menggelar WTA tournament series 2023 untuk usia kelompok umur 10 tahun. Istmewa
JawaPos.com–Legenda Tenis Indonesia Wynne Prakusya sering mendapat pertanyaan terkait kapan lagi muncul petenis Indonesia. Mulai yang bersinar seperti dirinya hingga yang saat ini berada di timnas seperti Aldila Sutjiadi dan Prika Madelyn Nugroho.
Apalagi, saat ini tenis sedang naik pamor setelah adanya event Tiba-Tiba Tenis yang diusung para selebriti seperti Raffi Ahmad dan Deddy Mahendra Desta.
Hal itu membuatnya lebih terpacu lagi untuk menghasilkan atlet masa depan Indonesia. Sebagai petenis, Wynne terbilang memiliki prestasi mentereng. Di antaranya berhasil meraih medali emas nomor beregu putri dan ganda putri di Asian Games 2002 Busan, juga mengikuti Olimpiade 2000 Sydney dan 2004 Athena.
Karena itu, petenis yang pensiun muda pada usia 26 tahun karena cedera itu memiliki motivasi lebih untuk memajukan petenis muda tanah air. Wynne mulai intens menggelar turnamen untuk usia muda bertajuk West Tennis Academy (WTA) Pigeon Teens Series 2023 untuk usia kelompok umur 10 tahun.
Event yang diikuti 131 petenis itu, diselenggarakan dengan total delapan tournament series dan satu pertandingan master. Pemenang masing-masing seri akan mengumpulkan poin terbanyak untuk dapat bertanding di pertandingan master pada November.
WTA tournament series 2023 itu akan dilaksanakan berkala di Jakarta, Temanggung, Bantul, dan Jogjakarta, hingga akhir 2023. Seri pertama dimulai pada 24-26 di Sport Club Anwa Puri Jakarta Barat dan di Bea Cukai Rawamangun Jakarta Timur.
”Menurut saya, anak-anak butuh turnamen. Karena bosan banget kalau latihan saja. Harus ada wadah turnamen setiap bulan. Mengasah mental mereka untuk bisa turnamen. Kalau langsung turun turnamen gede biasanya kaget,” ujar Wynne Prakusya saat diwawancarai di Hotel Atlet Century Park, Kamis (23/2).
Event yang diselenggarakan di beberapa seri itu memiliki maksud tersendiri. ”Jadi kalau atlet kalah di seri pertama gak pa pa masih ada seri kedua dan ketiga. Jadi kami buat untuk tidak putus asa. Itu mental yang kami ingin bangun ke depannya ini kalau mau pemain profesional,” ucap Wynne Prakusya.
Selain itu, Wynne menyebutkan, anak-anak yang menjadi juara di WTA Series akan dicarikan sponsor supaya ke depannya lebih bisa berprestasi.
WTA Series itu diharapkan bisa digelar rutin setiap tahun. Pigeon Teens selaku sponsor utama menyambut dengan positif. Hal tersebut dikatakan langsung Direktur Utama Multi Indocitra Anthony Honoris.
”Kita baru sign tahun pertama, cuma tidak menutup kemungkinan ke depannya (kerja sama) kita berlanjut. Sebenarnya nggak seru kalau satu tahun. Minimal 3 tahun,” ungkap Anthony.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
