Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Agustus 2022 | 17.18 WIB

Tak Masuk Skuad ISG, Karena Adel Hanya Mau Didampingi Pamannya  

RAJA KEJURNAS: Adellia saat dinobatkan sebagai perenang terbaik KU 1 Kejurnas Festival Akuatik Indonesia. RIZKY AHMAD FAUZI/JAWA POS - Image

RAJA KEJURNAS: Adellia saat dinobatkan sebagai perenang terbaik KU 1 Kejurnas Festival Akuatik Indonesia. RIZKY AHMAD FAUZI/JAWA POS

JawaPos.com – Adellia menjadi salah seorang perenang paling mencuat di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Festival Akuatik Indonesia.

Dia memecahkan tiga rekor nasional (rekornas). Rekornas pertama ditorehkan perenang Jawa Barat itu pada nomor 50 meter gaya dada putri (33,09 detik).

Lalu, dia mempertajam catatannya di 50 meter dengan 33,05 detik. Dan, terakhir di nomor 100 meter gaya dada dengan 1 menit 11,75 detik.

Dengan rentetan prestasi yang diraih, seharusnya dia masuk daftar perenang yang tampil di Islamic Solidarity Games (ISG).

Ajang itu berlangsung di Konya, Turki, pada 9–18 Agustus. Namun, dalam daftar 12 nama yang dirilis, tidak tercantum namanya.

Kenapa demikian?

’’Adel (sapaan Adellia, Red) selama ini dilatih sama pelatih sekaligus Om Erwanto,’’ ujarnya. Ya, Adel ingin jika dirinya masuk timnas, pelatih yang mendampinginya ikut dibawa.

Sebab, sejak awal, Adel dilatih pamannya itu. Latihannya di klub milik keluarga Tirta Bayu Swimming Club Cimahi.

Karenanya, chemistry keduanya sudah tak bisa dipisahkan. ’’Beda sih cara melatihnya. Ya, di mata Adel lah,’’ timpalnya.

Selain itu, dia mengaku ada banyak hal yang membuatnya sulit dipisahkan. Salah satunya, sudah memahami karakteristik.

Sebagaimana dia yang tidak bisa makan daging ketika tampil di luar. Bagi Adel, tampil di kejuaraan internasional tanpa pelatih yang sudah mengetahui karakternya bakal sulit.

Bahkan, dia memprediksi hasilnya tidak akan maksimal. ’’Jadi, lebih baik tidak berangkat,’’ katanya.

Erwanto menambahkan, salah satu perbedaan dirinya dengan pelatih lain adalah suara.

Ketika dia sudah membunyikan peluit saat Adel tampil, Adel akan mempercepat gerakannya.

’’Itulah kuncinya. Kalau sudah ada suara priwitan (peluit) dari saya, sudah gila-gilaan. Di 20 meter terakhir, dia hanya mendengar priwitan saya, tidak pedulikan lawan,’’ kata Erwanto.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore