
Flairene Candrea Wonomiharjo. (NOC Indonesia)
JawaPos.com – Persaingan antara Indonesia dan Singapura dalam tabel klasemen SEA Games masih sengit. Singapura tetap mengandalkan cabang renang sebagai lumbung medali.
Di cabang tersebut, Indonesia mendapatkan satu medali emas melalui Flairene Candrea Wonomiharjo di nomor 100 meter gaya punggung putri. Flairene meraihnya saat tampil di My Dinh Water Sport Palace kemarin.
Flairene mencatatkan waktu 1 menit 3,36 detik. Dia mengungguli dua perenang Filipina atas nama Isleta Doromal Chloe Kennedy Anne (1 menit 3,78 detik) dan Geriane Taguba Jessica Joy 1 menit 3,86 detik.
Flairene mengaku tak menyangka bisa meraih medali emas. ’’Duh, senang banget. Nggak percaya sih sebenarnya. Sebab, aku juga baru masuk pelatnas 2022 ini. Tahun sebelumnya aku fokus di renang indah,’’ ujarnya.
Flairene bak kuda hitam di nomor itu. Bagaimana tidak, Indonesia sebenarnya menggantungkan asa emas kepada Masniari Wolf, perenang berdarah Indonesia Jerman yang sempat menjuarai nomor 50 meter gaya punggung, dua hari lalu.
Nyatanya, Masniari harus puas berada di peringkat keempat dengan catatan waktu 1 menit 4,510 detik.
Renang juga mempersembahkan medali perunggu lewat I Gede Siman Sudartawa di nomor 50 meter gaya punggung putra dengan catatan waktu 25,88 detik.
Selain akuatik, emas diraih lewat cabang menembak melalui Fathur Gustafian (10 meter rifle), boling melalui Hardy Rachmadian/Ryan Lalisang (ganda putra), dan emas pertama dari atletik melalui Eki Febri Ekawati (tolak peluru).
Eki Febri berhak atas medali emas setelah membukukan lemparan sejauh 15.20 meter. Medali perak didapat Areerat Intadis (Thailand) dengan lemparan sejauh 15.04 meter.
Emas yang dipersembahkan Eki Febri tersebut memiliki makna ganda. Bagaimana tidak. Sumbangan tersebut mampu mengakhiri dahaga emas dari cabang olahraga atletik dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, dia berhasil menjawab keraguan. Sebab, sebelumnya ada kans tolak peluru yang tidak diberangkatkan. ’’Semoga medali emas ini dapat memotivasi rekan-rekan lainnya untuk mendapatkan capaian terbaik,’’ kata Eki Febri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
