
Akbar Huda (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com-Kondisi Jawa Timur dan Papua jelas berbeda. Karena itulah, cabor outdoor butuh waktu untuk adaptasi. Mereka pun memutuskan untuk berangkat lebih cepat.
Cabor dayung, misalnya. Mereka akan berangkat ke Papua pada Minggu (12/9). Padahal, jadwal pertandingan baru dimulai 25 September. Artinya, ada waktu dua pekan bagi atlet dayung untuk berlatih di Jayapura.
Soal itu, pihak federasi punya alasan. ”Karena di Jayapura nanti venue untuk dayung di air asin. Sementara, selama ini kami berlatih di Sungai Brantas yang notabene air tawar,” jelas Sekretaris Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jatim Bagus Ariyanto kepada Jawa Pos.
Nanti venue cabor dayung adalah Teluk Youtefa, Jayapura.
Tekanan di air tawar dan asin jelas berbeda. Karena itu, tim pelatih bakal memanfaatkan betul waktu dua pekan untuk berlatih. Bahkan, saking niatnya, 15 perahu milik PODSI Jatim dikirimkan ke Teluk Youtefa sejak 2 September.
”Makanya, kami bersyukur bisa berlatih dua pekan di Jayapura. Saya rasa waktu dua pekan sudah ideal untuk persiapan,” ujar pelatih dayung Jatim Jon Matulessi.
Bagaimana dengan cabor lain? Panahan yang menjadi salah satu lumbung emas tidak mengikuti langkah dayung. Skuad panahan akan berangkat pada 25 September.
Pertandingan bakal dimulai 29 September. Praktis, hanya ada waktu tiga hari bagi atlet untuk berlatih. Untungnya, persiapan sudah matang.
”Selama di sini (Surabaya) kami sudah sering melakukan simulasi nomor aduan,” ungkap pelatih panahan Jatim Huda Sarbiantoro.
Hal serupa dilakukan panjat tebing. Atlet baru akan berangkat pada 25 September dan langsung bertanding pada 27 September. ”Adaptasi mungkin hanya dua atau tiga hari,” tutur Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jatim Danu Iswara.
Sejatinya pihaknya ingin lebih lama beradaptasi. ”Tapi, tidak ada media untuk berlatih selama di Timika,” jelasnya.
Meski waktu adaptasi minim, panahan maupun panjat tebing tetap optimistis. Setidaknya mereka mampu mempertahankan torehan di PON sebelumnya. Di PON Jabar 2016, panahan meraih enam emas. Sementara, panjat tebing mendapat lima emas.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
