
KONSISTEN: EKo Yuli Irawan saat tampil dalam kelas 61 kg di Tokyo Internasional Forum, Tokyo, kemarin (25/7). (VICENZO PINTO/AFP)
JawaPos.com – Eko Yuli Irawan menjadi lifter tersukses Indonesia saat ini. Dia telah mengoleksi dua perak dan dua perunggu Olimpiade. Atas capaian tersebut, kisah Eko sangat layak diangkat dalam sebuah film.
Kemarin (3/8) film pendek berjudul Eko Yuli Irawan the Movie resmi dirilis di YouTube. Film itu berdurasi sekitar 10 menit. Film dari SFIDN FITS tersebut lebih berfokus menceritakan kisah awal Eko berkenalan dengan angkat besi hingga mencapai rekor dunia pada 2018.
Eko kaget ketika rumah produksi memberikan tawaran tersebut pada Mei lalu. ”Awal-awal mau ngobrol, tahu-tahu mau bikin film. Bahkan, mereka sudah menyiapkan lagu untuk filmnya nanti. Sudah hampir siap semuanya,” ujarnya.
Sebelum Olimpiade Tokyo 2020, Eko juga sempat terlibat dalam beberapa pengambilan adegan. ”Cuma sehari syuting selama beberapa jam. Ada sedikit diskusi soal ceritanya. Lalu, digabungkan dengan adegan di kejuaraan,” jelasnya.
Film pendek itu membuat Eko terharu. Dia sempat membayangkan, jika di Tokyo lalu dirinya bisa mendapat medali emas, mungkin hasilnya akan sedikit berbeda.
Pada Olimpiade Tokyo 2020, Eko membawa pulang perak untuk kelas 61 kg. Dia mencatat hasil snatch 137 kg, clean and jerk 165 kg, dan total angkatan 302 kg.
”Mungkin bisa jadi film (panjang) beneran kali ya. Mudah-mudahan, film pendek ini bisa jadi inspirasi. Banyak yang mungkin belum tahu awal karier saya gimana. Melalui film ini, ada gambaran meski tidak sama persis,” ungkap lifter 32 tahun tersebut.
Selain film, Eko mendapat tawaran untuk membuat buku tentang kisahnya. Namun, sampai saat ini dia belum bisa fokus. Eko tahu penulisan sebuah buku perlu proses yang lebih panjang.
Baca Juga: Rexy Mainaky, Eng Hian, dan Kamar Mandi
”Harus ngasih detail-detailnya kan. Nanti, kalau ada waktu kosong, mungkin bisa dilanjutkan. Butuh waktu panjang untuk menceritakan awal karier, suasana pelatnas, suasana pertandingan,” jelas Eko.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
