Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 November 2023 | 22.07 WIB

19 Tahun Fokus di Amatir, Kiat Inammaf Temukan Jeka Saragih Baru

Inammaf fokus pada pembinaan atlet muda demi mencetak petarung andal untuk mengkuti ajang internasional. - Image

Inammaf fokus pada pembinaan atlet muda demi mencetak petarung andal untuk mengkuti ajang internasional.

JawaPos.com–Keberhasilan Jeka Saragih meraih kemenangan perdana di UFC membuat motivasi Indonesian Mixed Martial Art Federation (Inammaf) kian berlipat. Jeka mampu menaklukkan Lucas Alexander dari Brasil dengan kemenangan KO di ronde pertama.

Ketua Inammaf Dimaz Raditya Nazar Soesatyo menyatakan, sosok Jeka yang baru saja sukses pada laga debutnya di UFC dapat menjadi pelecut bagi petarung Indonesia.

”Ya itu salah satu motivasi kami, artinya atlet Indonesia bisa berlaga di kancah internasional. Apalagi bicara UFC itu profesional, sekarang kan bayaran dia sudah lumayan,” tutur Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.

Dia berharap ke depan semakin banyak Jeka Saragih baru dari Indonesia yang bisa tampil di ajang sekelas UFC. Lantas, apa saja program yang dilakukan guna melahirkan petarung kelas dunia?

Perihal itu, Dimaz bakal berupaya meningkatkan rutinitas pelaksanaan pertandingan. Pada Sabtu (25/11) malam, Inammaf telah merampungkan ajang Combat Federation Brave 76 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Terdapat 22 petarung dari beberapa negara yang ikut meramaikan. Sembilan di antaranya merupakan fighter dari Indonesia. Selain itu juga ada petarung amatir yang tampil.

Dimaz menegaskan, lebih fokus ke bidang amatir. Petarung berusia muda sekitar 19 tahun.

”MMA ini masuk awalnya sebagai hobi. Memang ada beberapa yang jadi. Jeka salah satunya. Kita punya jenjang karir. Mengirim atlet amatir ke negara lain, seperti Eropa. Ini bisa menjadi jembatan yang ingin berkarir di olahraga,” papar Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.

Dimaz melanjutkan, ke depan akan terus berkomitmen mengirim atlet ke ajang internasional. Namun, dia menilai hal itu harus dibarengi dengan pertandingan di level nasional dan tingkat kota agar mudah scouting atlet untuk dikirim ke luar negeri.

Anak dari Bambang Soesatyo itu melanjutkan, dengan jam terbang yang tinggi, kemampuan para pertarungan otomatis akan meningkat. ”Kami juga kan harus kirim atlet yang sudah siap. Kalau pertandingan dikit kan enggak bisa dilihat kemampuan atlet tersebut,” ujar dia.

Dimaz mengakui, Martial Art Federation (MMA) di Indonesia dalam tahap berkembang. ”MMA sama kayak tinju, muaythai, ini kan olahraga bela diri yang berbasis sportainment, yang harus menyajikan pertandingan yang menarik ditonton,” ucap Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.

Karena itu, pihaknya harus lebih memasifkan lagi pertandingan demi jam terbang fighters. ”Kalau sedikit tentunya prestasi tidak bisa berkembang. Kami harap bisa menjadi salah satu badan olah raga yang membuat pertandingan sehingga atlet MMA kami punya banyak pilihan pertandingan,” kata Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore