
Inammaf fokus pada pembinaan atlet muda demi mencetak petarung andal untuk mengkuti ajang internasional.
JawaPos.com–Keberhasilan Jeka Saragih meraih kemenangan perdana di UFC membuat motivasi Indonesian Mixed Martial Art Federation (Inammaf) kian berlipat. Jeka mampu menaklukkan Lucas Alexander dari Brasil dengan kemenangan KO di ronde pertama.
Ketua Inammaf Dimaz Raditya Nazar Soesatyo menyatakan, sosok Jeka yang baru saja sukses pada laga debutnya di UFC dapat menjadi pelecut bagi petarung Indonesia.
”Ya itu salah satu motivasi kami, artinya atlet Indonesia bisa berlaga di kancah internasional. Apalagi bicara UFC itu profesional, sekarang kan bayaran dia sudah lumayan,” tutur Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.
Dia berharap ke depan semakin banyak Jeka Saragih baru dari Indonesia yang bisa tampil di ajang sekelas UFC. Lantas, apa saja program yang dilakukan guna melahirkan petarung kelas dunia?
Perihal itu, Dimaz bakal berupaya meningkatkan rutinitas pelaksanaan pertandingan. Pada Sabtu (25/11) malam, Inammaf telah merampungkan ajang Combat Federation Brave 76 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Terdapat 22 petarung dari beberapa negara yang ikut meramaikan. Sembilan di antaranya merupakan fighter dari Indonesia. Selain itu juga ada petarung amatir yang tampil.
Dimaz menegaskan, lebih fokus ke bidang amatir. Petarung berusia muda sekitar 19 tahun.
”MMA ini masuk awalnya sebagai hobi. Memang ada beberapa yang jadi. Jeka salah satunya. Kita punya jenjang karir. Mengirim atlet amatir ke negara lain, seperti Eropa. Ini bisa menjadi jembatan yang ingin berkarir di olahraga,” papar Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.
Dimaz melanjutkan, ke depan akan terus berkomitmen mengirim atlet ke ajang internasional. Namun, dia menilai hal itu harus dibarengi dengan pertandingan di level nasional dan tingkat kota agar mudah scouting atlet untuk dikirim ke luar negeri.
Anak dari Bambang Soesatyo itu melanjutkan, dengan jam terbang yang tinggi, kemampuan para pertarungan otomatis akan meningkat. ”Kami juga kan harus kirim atlet yang sudah siap. Kalau pertandingan dikit kan enggak bisa dilihat kemampuan atlet tersebut,” ujar dia.
Dimaz mengakui, Martial Art Federation (MMA) di Indonesia dalam tahap berkembang. ”MMA sama kayak tinju, muaythai, ini kan olahraga bela diri yang berbasis sportainment, yang harus menyajikan pertandingan yang menarik ditonton,” ucap Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.
Karena itu, pihaknya harus lebih memasifkan lagi pertandingan demi jam terbang fighters. ”Kalau sedikit tentunya prestasi tidak bisa berkembang. Kami harap bisa menjadi salah satu badan olah raga yang membuat pertandingan sehingga atlet MMA kami punya banyak pilihan pertandingan,” kata Dimaz Raditya Nazar Soesatyo.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
