
hendra setiawan/mohammad ahsan, Marcus Ellis/Chris Langridge, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Toyota Thailand Open 2020
JawaPos.com-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan selamat dari kekalahan dini pada All England 2021.
Bertarung melawan ganda putra tuan rumah Ben Lane/Sean Vendy, pasangan nomor dua dunia tersebut menang lewat pertarungan ketat dalam rubber game dengan skor 21-18, 19-21, dan 21-19. Hendra/Ahsan memungkasi duel ini dalam tempo cukup panjang, sampai 56 menit.
Ini adalah pertemuan kedua Hendra/Ahsan dan Lane/Vendy. Sebelum laga dini hari ini WIB (18/3), kedua pasangan berduel pada ajang Toyota Thailand Open 2020, Januari lalu. Saat itu, Hendra/Ahsan mengalahkan Lane/Vendy dalam dua game mudah dengan skor 21-14, 21-13.
Kemenangan gampang itu tidak terjadi kali ini.
Pada game pertama, pertandingan berjalan dengan menarik. Lane/Vendy mampu memimpin lebih dulu saat interval dengan keunggulan 12-10. Tetapi, Hendra/Ahsan sukses mencetak lima angka beruntun dan berbalik memimpin, 15-12.
Setelah itu, Hendra/Ahsan tidak terhentikan. The Daddies terus memimpin, tak terkejar. Walaupun tidak pernah berada di depan dengan jarak yang jauh, namun Lane/Vendy tidak mampu menggapai Hendra/Ahsan. Hendra/Ahsan lantas mengambil game pertama dengan keunggulan 21-18.
Pada game kedua, Hendra/Ahsan unggul dengan skor 9-6. Laga lantas menjadi ketat. Saat kedudukan sama kuat 16-16, Lane/Vendy menciptakan empat angka beruntun untuk mencapai game point 20-16.
Hendra/Ahsan sempat mendekat dan memberikan tekanan. Mereka hanya tertinggal 19-20. Tetapi Hendra/Ahsan gagal menyamakan kedudukan. Lane/Vendy sukses mengambil game kedua ini dengan skor 21-19.
Pada game ketiga, Lane/Vendy mampu unggul 12-9 setelah interval. Untung saja, Hendra/Ahsan tetap tenang dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Setelah itu, Hendra/Ahsan melesat dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor tipis 21-19 pada game terakhir.
Pertandingan ini ditandai dengan banyaknya fault yang dilakukan Ahsan ketika servis. Service judge sampai lima kali memutuskan Ahsan salah dalam servis.
Dalam posisi krusial di game ketiga, Ahsan sampai melakukan protes kepada hakim servis dan umpire karena merasa tidak melakukan kesalahan. Wajah Ahsan terlihat sangat kesal. Dia juga melakukan gerakan yang seakan-akan, mempraktikkan bahwa posisi servisnya sudah benar dan tidak terlalu ke atas.
Untung saja, di tengah ketegangan dan rasa frustrasi, Hendra/Ahsan lepas dari jurang kekalahan. Mereka lolos ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan Jeppey Bay/Lasse Molhede asal Denmark.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
