Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Maret 2021 | 10.07 WIB

Untung, di Tengah Rasa Frustrasi, No 2 Dunia Lepas dari Kekalahan

hendra setiawan/mohammad ahsan, Marcus Ellis/Chris Langridge, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Toyota Thailand Open 2020 - Image

hendra setiawan/mohammad ahsan, Marcus Ellis/Chris Langridge, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Toyota Thailand Open 2020

JawaPos.com-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan selamat dari kekalahan dini pada All England 2021.

Bertarung melawan ganda putra tuan rumah Ben Lane/Sean Vendy, pasangan nomor dua dunia tersebut menang lewat pertarungan ketat dalam rubber game dengan skor 21-18, 19-21, dan 21-19. Hendra/Ahsan memungkasi duel ini dalam tempo cukup panjang, sampai 56 menit.

Ini adalah pertemuan kedua Hendra/Ahsan dan Lane/Vendy. Sebelum laga dini hari ini WIB (18/3), kedua pasangan berduel pada ajang Toyota Thailand Open 2020, Januari lalu. Saat itu, Hendra/Ahsan mengalahkan Lane/Vendy dalam dua game mudah dengan skor 21-14, 21-13.

Kemenangan gampang itu tidak terjadi kali ini.

Pada game pertama, pertandingan berjalan dengan menarik. Lane/Vendy mampu memimpin lebih dulu saat interval dengan keunggulan 12-10. Tetapi, Hendra/Ahsan sukses mencetak lima angka beruntun dan berbalik memimpin, 15-12.

Setelah itu, Hendra/Ahsan tidak terhentikan. The Daddies terus memimpin, tak terkejar. Walaupun tidak pernah berada di depan dengan jarak yang jauh, namun Lane/Vendy tidak mampu menggapai Hendra/Ahsan. Hendra/Ahsan lantas mengambil game pertama dengan keunggulan 21-18.

Pada game kedua, Hendra/Ahsan unggul dengan skor 9-6. Laga lantas menjadi ketat. Saat kedudukan sama kuat 16-16, Lane/Vendy menciptakan empat angka beruntun untuk mencapai game point 20-16.

Hendra/Ahsan sempat mendekat dan memberikan tekanan. Mereka hanya tertinggal 19-20. Tetapi Hendra/Ahsan gagal menyamakan kedudukan. Lane/Vendy sukses mengambil game kedua ini dengan skor 21-19.

Pada game ketiga, Lane/Vendy mampu unggul 12-9 setelah interval. Untung saja, Hendra/Ahsan tetap tenang dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Setelah itu, Hendra/Ahsan melesat dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor tipis 21-19 pada game terakhir.

Pertandingan ini ditandai dengan banyaknya fault yang dilakukan Ahsan ketika servis. Service judge sampai lima kali memutuskan Ahsan salah dalam servis.

Dalam posisi krusial di game ketiga, Ahsan sampai melakukan protes kepada hakim servis dan umpire karena merasa tidak melakukan kesalahan. Wajah Ahsan terlihat sangat kesal. Dia juga melakukan gerakan yang seakan-akan, mempraktikkan bahwa posisi servisnya sudah benar dan tidak terlalu ke atas.

Untung saja, di tengah ketegangan dan rasa frustrasi, Hendra/Ahsan lepas dari jurang kekalahan. Mereka lolos ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan Jeppey Bay/Lasse Molhede asal Denmark.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore