Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 17.04 WIB

PB TI Manfaatkan BK PON untuk Scouting Atlet

Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) Aceh-Sumut 2024 cabang taekwondo diselenggarakan di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, 27-30 Oktober. - Image

Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) Aceh-Sumut 2024 cabang taekwondo diselenggarakan di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, 27-30 Oktober.

JawaPos.com–Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jawa Timur (Jatim) bakal memanfaatkan betul Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) Aceh-Sumut 2024. Babak kualifikasi diselenggarakan di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, pada 27-30 Oktober.

Ketua Pengrpov TI Jatim Muhammad Yusron menuturkan, di BK PON ini menurunkan pasukan untuk tampil di 20 nomor pertandingan. ”Doanya supaya bisa banyak yang masuk. Target ya 10 nomor bisa masuk (PON),” ujar Yusron kepada JawaPos.

Kelolosan atlet sangat penting untuk nanti berbicara banyak dan merebut medali saat PON berlangsung. Apalagi, pada PON XX Papua 2022 sebelumnya, Jatim gagal meraih medali emas dan hanya mendapatkan 1 perak dan 2 perunggu. Hasil itu membuat Jatim terbenam ke peringkat ke-8. Jauh dari Jawa Barat yang menjadi juara umum dengan 9 emas, 3 perak, 3 perunggu. 

Satu-satunya peraih medali perak Jatim saat itu, Alfian Dzulfikar sudah tidak ada dalam tim. Nomor 63 kg putra Jatim saat ini bakal diisi Mochamad Rafli. Kendati demikian, Yusron tetap percaya diri. 

”Persaingan sekarang merata. Kami tetap optimistis untuk bisa dapat nomor di PON 2024,” ucap Yusron.

Sementara itu, Ketum PB TI Richard Tampubolon menyatakan, event itu diikuti sebanyak 508 peserta dari 34 provinsi dengan rincian 182 atlet kyourgi putra, 161 atlet kyourgi putri, 86 atlet poomsae putra, dan 79 atlet poomsae putri. 

Secara umum, Richard menyebutkan, ada dua target utama yang diusung dalam penyelenggaraan BK PON. Selain untuk memenuhi target penyelenggaraan, sukses prestasi juga jadi tujuan utama.  

”Dari sini kami harap bisa mendapatkan bibit-bibit yang talentanya sangat baik dan luar biasa untuk kami siapkan, kami bina, kami kaderisasi dalam suatu program pelatihan terencana sehingga bisa menjadi jagoan-jagoan dan juara di dunia internasional,” sebut Richard Tampubolon. 

Pada BK PON kali ini PB TI juga menyiapkan talent scouting untuk melihat beberapa atlet terbaik yang akan masuk ke dalam pemusatan latihan. Pihaknya akan memilih atlet yang usianya 16-17 tahun. Sehingga nanti pada 2024 para taekwondoin masih dalam usia golden age dan top performance.

”Sehingga bisa bertarung untuk memberikan yang terbaik karena memang kesiapan fisiknya, posturnya, taktik, teknik kami siapkan sesuai dengan program yang telah dibuat,” terang Richard Tampubolon. 

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengapresiasi program baru yang dibuat PB TI di bawah kepemimpinan Richard Tampubolon. Menurut Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, event-event nasional yang digelar cabang olahraga bisa menjadi cara terbaik untuk melahirkan lebih banyak bibit-bibit atlet potensial.  

”KOI berharap banyak dari setiap kegiatan yang dilakukan di level nasional karena ini merupakan screening atau scouting dari calon atlet yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional,” papar Okto.

Okto mengacu dari tiga atlet yang tampil di Asian Games Hangzhou 2022. Dia berharap ke depannya bisa lebih banyak lagi. 

”Semakin banyak bibit yang baik, tentu akan semakin banyak potensi untuk dapat medali,” papar Okto.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) Marciano Norman minta pembinaan bisa lebih massal. Apalagi, taekwondo merupakan olahraga yang sudah sangat populer di masyarakat. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore