
Riska Andriyani berpose setelah mendapatkan medali perak nomor 1.000 meter kano single putri SEA Games 2021 di Hai Phong, Vietnam, Selasa (17/5/2022). (NOC Indonesia)
JawaPos.com – Atlet muda kano Indonesia, Rudiansyah, memetik pelajaran berharga pada debutnya di Asian Games 2022 Hangzhou setelah merasakan lawan-lawan tangguh di nomor 1000m tunggal putra, Senin (2/10).
Rudiansyah menyelesaikan perlombaan final di Fuyang Water Sports Centre hari itu di posisi kedelapan dengan catatan 4:58,328, terpaut margin sangat lebar 42,386 detik dari atlet Taiwan Lai Kuan-Chieh yang merebut emas.
Vladlen Denisov harus puas dengan perak untuk Uzbekistan setelah finis 0,052 detik berselang setelah bangkit dari posisi keempat.
Timofey Yemelyanov melengkapi podium untuk membawa perunggu bagi tim Kazhakshtan. "Ini Asian Games pertama saya. Saya masih atlet junior juga, jadi harus lebih keras lagi latihannya," kata Rudiansyah.
Atlet kelahiran 10 Januari 2003 itu menyadari olahraga kano bukan semata-mata mengerahkan segala kekuatannya untuk mendayung menuju finis.
Dia harus pintar-pintar melihat peluang, bahkan tidak jarang mengorbankan performanya untuk tampil lebih baik di nomor berikutnya yang dia ikuti.
Seperti yang terjadi pada hari ini, Rudiansyah harus mengorbankan nomor 1000m tunggal putra karena dia melihat kans untuk tampil lebih baik pada nomor 500m ganda pada siang harinya.
"Belum puas dengan catatan waktu saya, tapi karena saya turun di dua nomor, tunggal dan ganda, maka otomatis satu harus dikorbankan.
"Soalnya, insyaallah saya lihat-lihat dari kemarin juga, selisih waktu yang ganda itu ada peluang."
Di nomor 500m ganda putra Asian Games Hangzhou, Rudiansyah akan berduet dengan seniornya di pelatnas, Anwar Tarra, yang langganan menjuarai SEA Games dan membantu Indonesia merebut perak dan perunggu perahu naga Asian Games 2018.
Sementara Riska Andriyani mengamankan tiket final kano tunggal putri 200 meter, setelah menduduki posisi ketiga pada kualifikasi yang berlangsung di Fuyang Water Sports Centre, Hangzhou, Minggu (1/10).
Riska yang mengikuti heat 1, mencatatkan waktu 53,968 detik untuk menyelesaikan jalurnya. Dia hanya kalah cepat dari Mariya Brovkova asal Kazakhstan (52,530 detik) di posisi pertama, dan atlet Thailand Orasa Thiankathok (53,027 detik) di posisi kedua.
Berkat catatan bagus tersebut, Riska berhak lolos ke final yang akan berlangsung pada Selasa (3/10).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
