
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) meluncurkan Akademi Nasional Olimpiade Indonesia atau National Olympic Academy of Indonesia (NOA Indonesia) pada Senin (18/9).
JawaPos.com–Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi meluncurkan Akademi Nasional Olimpiade Indonesia atau National Olympic Academy of Indonesia (NOA Indonesia) pada Senin (18/9). NOA akan menjalankan misi edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air mengenai nilai-nilai Olimpiade atau Olympic Values.
Peluncuran NOA Indonesia dilakukan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. Dia didampingi Rafiq Hakim Radinal yang dipercayai untuk menjabat sebagai Direktur NOA Indonesia serta Director NOA of Malaysia Nicholas Chan yang diundang sebagai pembicara dalam diskusi yang diadakan sebelum acara peluncuran.
Okto, sapaan karib Raja Sapta menyatakan, NOA merupakan salah satu dari manifestasinya pada saat maju kembali menjadi Ketua NOC Indonesia. Untuk menjalankan itu tak mudah lantaran produk baru.
”Ini akan jadi tools utama kami dalam sosialisasikan nilai olympianism kepada masyarakat Indonesia,” ujar Raja Sapta Oktohari.
Dia melanjutkan, pemahaman terhadap olympianism itu sangat luas. Namun, utamanya untuk menggugah lebih banyak lagi masyarakat Indonesia dalam menghargai proses dan nilai-nilai Olimpiade. Yaitu excellence, respect, and friendship.
”Jadi bukan hanya hasil dan tujuan utama kami adalah untuk mengibarkan bendera Merah-Putih setinggi-tingginya dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya sebanyak mungkin,” sebut Raja Sapta Oktohari.
NOA Indonesia itu terafiliasi dengan NOC Indonesia. NOA berperan khusus dalam mengedukasi lapisan masyarakat, tak terbatas generasi muda baik itu atlet, siswa atau mahasiswa mengenai nilai-nilai Olimpiade. NOA juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari International Olympic Academy (IOA), yang dibentuk Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam rangka menyebarkan misi Olympism di era Olimpiade Modern.
Keberadaan NOA juga membawa misi peran dari IOA yaitu menjaga Gerakan Olimpiade (Olympic Movement) melalui pilar edukasi. Dalam menjalankan edukasi tersebut, NOA memiliki program tahunan, seperti Olympic Talk Series, menggelar sertifikasi coaching clinic terkait Olympic Values, mengadakan aktivasi interaktif Olympism di Hari Olimpiade, hingga menawarkan beasiswa berupa Olympic Studies serta pertukaran ilmu di NOA negara lain hingga IOA Session.
Adapun penerima manfaat dari NOA utamanya adalah cabor (atlet dan tim pendukung seperti pelatih, manajer, dokter, dan lainnya), mahasiswa generasi muda Indonesia pada umumnya, serta masyarakat yang diharapkan dapat menyebarkan semangat Olympism di Tanah Air lebih luas lagi.
”Ini sifatnya akademi. Sehingga NOA juga memerlukan peran kemendikbud, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang mau terlibat dalam proses pembinaan prestasi dan perjuangan. Meskipun mitra kita adalah Kemenpora, tapi dalam hal ini peran besar ada di Kemendikbud,” kata Okto.
Hal serupa juga dipertegas Direktur NOA Indonesia Rafiq Hakim Radinal. Menurut dia, NOA memiliki program yang cukup luas, tidak hanya dari pendidikan usia dini tapi juga di tingkat universitas. Adapun, target jangka pendeknya adalah akan bekerja sama dengan universitas dan sekolah-sekolah. Setelah itu pihaknya akan menyosialisasikan edukasi ini dengan membagi tiga wilayah, Indonesia timur, Indonesia tengah, dan Indonesia barat.
”Jadi kami akan pilih beberapa tempat kemudian bikin seminar. Jadi secara masif kami akan menyebarkan nilai-nilai Olympic tersebut,” ujar Rafiq.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
