Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 17.15 WIB

Protes Kemenangan Kontingen Drum Band Jember, Terindikasi Berlari saat Bertanding  

Kontingen drumband Jember ketika menyentuh garis finis nomor LKKB mix 8000 m di Desa Permisan, Jabon

JawaPos.com – Pertandingan cabang olahraga (cabor) drum band Porprov VIII/2023 di Sidoarjo yang berlangsung sejak Jumat (25/8) dinilai tidak fair.

Kontingen Jember yang terlihat berlari saat bertanding di kategori lomba baris jarak pendek (LBJP) justru dinyatakan sebagai juara. Padahal, menurut aturan, seluruh atlet drum band tidak diperbolehkan berlari ketika bertanding.

Sesuai dengan kesepakatan saat technical meeting, panitia hanya menoleransi atlet yang terindikasi berlari.

”Sedangkan, itu bukan lagi indikasi, tapi memang lari. Malah ada yang ngomong ini namanya bukan lagi lomba baris jarak pendek, tapi diganti lomba joging jarak pendek,” kecam Hariyono, manajer drum band Sidoarjo, kepada Jawa Pos.

Tercatat, ada tiga nomor LBJP yang dipertandingkan. Yaitu, 800 m putra, 400 m putri, dan 400 m mix. Tiga nomor itu diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu di Stadion Jenggolo, Sidoarjo. Selain kecepatan, wasit menilai kerapian baris dan musik. Jember menyapu bersih emas di tiga nomor tersebut.

Selain kecewa dengan keputusan wasit, usaha Sidoarjo untuk melakukan protes secara resmi bertepuk sebelah tangan. Sebab, mereka harus lebih dulu membayar uang Rp 5 juta. ”Karena protes ada biayanya. Kedua, kami juga tidak boleh protes unit (peserta) lain,” ungkap Hariyono.

Pelatih Gresik Muhammad Zuhdi menilai, wasit dan panitia tidak tegas menerapkan aturan. Ketika ada kontingen yang berlari, seharusnya wasit sigap memberi peringatan. ”Kalau indikasi satu-dua orang lari tidak apa-apa, tapi kalau terlihat mata semua berlari harusnya kena penalti. (Aturan, Red) penghapusan indikasi lari bukan berarti mengizinkan lari,” terangnya.

Maju Sekilo karena Asap Ilalang

Sementara itu, garis finis pertandingan drum band porprov Jatim nomor lomba ketahanan dan ketepatan berbaris (LKKB) mix 8.000 m di Desa Permisan, Jabon, Sidoarjo, kemarin (29/8) harus maju sekilo. Penyebabnya, hanya 200 meter menuju garis finis, lintasan terganggu karena ada asap pembakaran rumput ilalang.

Menurut pantauan Jawa Pos, rumput yang terbakar itu tepat berada di pinggir jalan yang akan dilalui atlet drum band. Asap tersebut mengepul dengan pekat dan rendah menuju selatan, tepat ke arah datangnya atlet.

Pelatih drum band Gresik Muhammad Zuhdi awalnya tidak langsung percaya ketika mendapat info garis finis maju. Ketika itu atlet Gresik, yang berada di barisan paling depan, sudah mencapai titik 6.000 m. ”Karena yang ngasih tahu info teman sendiri, bukan panitia. Awalnya, juri pendamping juga tidak dapat info,” kata Zuhdi kepada Jawa Pos.

Ketua Harian PDBI Jatim Meynarde Bagus Ramadhan membenarkan bahwa kebakaran memang terjadi di tengah lomba. Karena itu, pihaknya langsung membuat keputusan memajukan garis finis.

”Informasinya, di 7.500 meter ada kebakaran. Akhirnya, kami buat keputusan urgen sampai 7.000 meter aja posnya daripada membahayakan atlet,” ungkap Bagus. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore