
Photo
JawaPos.com – Home tournament PBSI dimulai hari ini. Ganda putra menjadi pembuka dalam turnamen yang disiarkan langsung di Mola TV tersebut.
Pertandingan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama digelar pukul 08.30 WIB, sedangkan sesi berikutnya pukul 15.00 WIB.
Partai pertama mempertemukan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto melawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/M. Reza Pahlevi Isfahani. Untuk ganda putra, pasangannya memang diacak.
Namun, ada juga sektor yang tidak diacak. Misalnya ganda campuran. Menurut Kabidbinpres Susy Susanti, keputusan menyusun pemain disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap sektor.
Di ganda putra, yang tiap pasangannya sudah sangat matang, yang lebih dibutuhkan memang transfer ilmu.
’’Kami juga mau membantu pemain pelapis untuk menambah pengalaman mereka. Yang senior bisa ’gendong’ yang muda. Jadi, pertandingan lebih seru dengan suasana yang berbeda dari biasanya,’’ harap Susy.
Indonesia punya tiga pasangan kelas dunia. Yakni, Marcus/Kevin (peringkat 1 dunia), Hendra/Ahsan (peringkat 2), dan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto (nomor enam dunia).
Bagi mereka, turnamen ini juga berguna untuk melihat konsistensi dan kesabaran mereka. Berpasangan dengan pemain yang lebih muda, mereka bakal diuji bagaimana menghadapi situasi yang tidak terduga.
Hendra, yang paling senior di pelatnas, mengaku siap berpasangan dengan Pramudya. ’’Ini juga cara kami belajar bagaimana bisa membimbing junior kami. Nantinya mereka juga yang akan menggantikan posisi kami,’’ papar Hendra. ’’Ini bagus buat perkembangan mereka ke depannya,’’ tambah pria 35 tahun itu.
Senada, anak-anak muda juga bersemangat berpasangan dengan pemain top. Muhammad Shohibul Fikri, misalnya. Pemain dari SGS PLN Bandung itu dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon.
’’Persiapan baik. Kan selama tiga bulan juga latihan terus. Ekspektasinya main yang terbaik aja, biar bisa mengimbangi lawan maupun partner,’’ ucap pemain 20 tahun itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
