Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2020 | 00.00 WIB

Indonesia Bertekad Juara Thomas Cup dan Tembus Semifinal Uber Cup 2020

Anthony Sinisuka Ginting of Indonesia hits a return against Chen Long of China during their men - Image

Anthony Sinisuka Ginting of Indonesia hits a return against Chen Long of China during their men

JawaPos.com ‒ Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) kembali mengumumkan penundaan jadwal perhelatan Thomas-Uber Cup 2020. Turnamen beregu paling bergengsi itu kini dijadwalkan 3‒11 Oktober. Penundaan kembali dilakukan karena pandemi Covid-19 diprediksi belum berakhir pada Agustus.

Awalnya, turnamen yang akan dihelat di Aarhus, Denmark, itu dijadwalkan pada 16‒24 Mei. Kemudian diundur menjadi 15‒23 Agustus. Namun, pemerintah Denmark memperpanjang larangan pertemuan besar di negeri itu hingga akhir Agustus.

BWF kemudian berkonsultasi dengan Badminton Denmark dan pemerintah Denmark. Dari hasil konsultasi itu disimpulkan, penundaan hingga Oktober adalah solusi terbaik.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund menuturkan, semua pihak memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh elemen yang terlibat dalam kejuaraan. Thomas menambahkan, jadwal baru ditetapkan juga setelah mendengarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

’’Memang menyelenggarakan Piala Thomas dan Uber sebelum September akan sulit,’’ ucapnya melalui rilis resmi kemarin. ’’Setiap saat kami memantau situasi dengan cermat jika keadaan berubah lagi,’’ imbuhnya.

CEO Badminton Denmark Bo Jensen menambahkan, mengubah jadwal memang cukup menyedihkan. Namun, keamanan seluruh elemen yang terlibat menjadi hal paling utama. ’’Ini masih merupakan prestasi bagi kami untuk tuan rumah,’’ katanya.

Dari 30 perhelatan, Piala Thomas hampir tak pernah diadakan di Eropa. Hampir semuanya diadakan di Asia. Piala Thomas pernah dimainkan di Eropa pada 1949 di Preston, Inggris, dan 1982 di London, Inggris.

Setelah 38 tahun, Eropa baru berkesempatan menjadi host, yakni di Aarhus, Denmark.

Bagaimana respons PBSI terkait dengan penundaan tersebut? Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, pihaknya belum bisa menilai apakah pemunduran jadwal itu menguntungkan atau tidak bagi Indonesia.

PBSI masih menunggu penyesuaian jadwal turnamen lain. Sebab, jadwal turnamen lain akan berpengaruh terhadap performa tim Thomas-Uber nanti. ’’Kami baru tahunya Thomas dan Uber Cup ini (yang diundur, Red). Sedangkan turnamen lainnya belum tahu,’’ katanya.

Lantaran menunggu turnamen lainnya, strategi juga belum ditentukan. Idealnya, kata Budi, panggilannya, ada turnamen-turnamen yang dilangsungkan sebelum turnamen sebesar Piala Thomas dan Uber sebagai pemanasan. Tujuannya, atlet lebih siap.

Persiapan lebih dari lima bulan cukup bagus bagi kontingen Indonesia. Pada ajang tersebut, tim Merah Putih bertekad membawa pulang Piala Thomas. Sementara itu, tim Uber ditargetkan menembus semifinal.

Ambisi tersebut dipastikan tidak mudah. Sebab, persaingan begitu ketat. Terutama dengan Tiongkok, Jepang, dan tuan rumah Denmark. Sektor putri lebih berat. Tim-tim seperti Jepang, Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan selama ini sulit dikalahkan Gregoria Mariska Tunjung dkk.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore