
Photo
JawaPos.com - Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erik Hoyer Larsen pernah melontarkan usulan terkait rencana perubahan sistem skor pertandingan dari 21 x 3 menjadi 11 x 5.
Hoyer Larsen mengklaim, sistem skor baru akan membuat pertandingan menjadi jauh lebih menarik. Tidak membosankan dan stagnan.
Menanggapi hal itu, pelatih kepala ganda putra PP PBSI Herry Iman Pierngadi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan rencana BWF tersebut. Menurut Herry IP, sistem penghitungan poin 11 x 5 kerap dilakukan pada sesi latihan di Pelatnas Cipayung.
"Saat latihan di Pelatnas, sistem poin itu sering kami gunakan. Tapi, rencana BWF ini tak boleh dilihat dari satu sisi. Banyak kepentingan. PBSI ada di bawah BWF, jadi apa pun keputusannya pasti diikuti. Tapi, sebelum itu, tentu harus ada musyawarah. Apakah PBSI setuju atau tidak setuju soal perubahan penghitungan poin,” katanya ketika dihubungi JawaPos.com Senin (27/4).
Meski santai menanggapi wacana itu, Herry IP meminta BWF untuk mempertimbangkan beberapa hal jika ingin menerapkan sistem 11 x 5. Menurutnya, perubahan itu akan berpengaruh pada program latihan.
Dia mengatakan, kunci utama dari sistem poin 11 x 5 ini adalah pemanasan.
"Bagi pemain yang telat panas, sistem poin 11 x 5 itu akan menjadi masalah. Cara mengatasinya mereka harus warming up lama," jelasnya.
Maksudnya, ucap Herry IP, pemain harus benar-benar siap saat pertandingan dimulai karena jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan sistem poin 21 x 3.
Oleh karena itu, BWF dan penyelenggara turnamen wajib menyiapkan lapangan pemanasan. "Untuk turnamen kecil, kadang tidak ada. Itu salah satu faktor yang harus dipikirkan BWF sebelum membuat keputusan. Kadang orang yang menjalani di lapangan yang menemui banyak kendala," terangnya.
Sebelumnya, Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, wacana itu telah mendapat penolakan termasuk PBSI pada pertemuan umum tahunan di Thailand pada 2018.
Ide tersebut, kata Budiharto, tidak mendapat dukungan dari dua pertiga anggota BWF yang hadir dalam pertemuan itu. "Sikap kami hingga sekarang masih sama ya, tetap menolak. Nanti kami coba tanyakan lagi ke para pemain dan pelatih,” ucap Budiharto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
