
Photo
JawaPos.com-Pelatih kepala ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi tidak terlalu mencemaskan rencana BWF mengubah sistem poin. Pria yang akrab disapa Herry IP itu menyatakan, dalam sesi latihan sehari-hari, dirinya sudah sering menerapkan sistem tersebut.
Namun, memang ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan jika BWF ingin mengubah sistem.
’’Ini kan tidak boleh dilihat dari satu sisi saja. Banyak kepentingan. Karena PBSI di bawah BWF, apa pun keputusannya pasti diikuti,’’ kata Herry. ’’Tetapi, sebelum itu, tentu harus ada musyawarah. Apakah mau setuju atau tidak setuju,’’ lanjut pelatih yang dijuluki Coach Naga Api tersebut.
Dia menuturkan, kalau suatu saat sistem itu diterapkan, pihaknya siap-siap saja. Memang gaya bermain dan fisik pemain Asia bakal memengaruhi. Namun, dia hanya perlu mempersiapkan anak-anak didiknya untuk beradaptasi.
Sebab, program latihan yang nanti dia susun dan terapkan kepada pemain ikut terpengaruh.
Menurut Herry, dengan sistem poin 11 x 5, kunci utamanya adalah proses warming up atau pemanasan. Pemain harus benar-benar berada dalam kondisi siap. Sebab, game akan berlangsung sangat singkat. Berbeda dengan game 21 x 3 yang durasinya relatif lebih lama.
’’Buat pemain yang telat panas, itu (11 x 5) problem banget. Menyiasatinya, warming up harus lama,’’ tutur Herry.
Masalahnya, lanjut Herry, wajib ada lapangan warming up untuk turnamen elite. ’’Tetapi, untuk turnamen yang kecil, kadang tidak ada. Itulah salah satu faktor yang harus dipikirkan sebelum BWF mengambil keputusan. Mereka cuma memutuskan di atas kertas. Namun, orang yang menjalaninya di lapangan yang menemui banyak kendala,’’ sambungnya.
Terkait dengan adaptasi, sistem poin 11 x 5 juga bakal mengubah pola latihan. Dengan 11 poin, pemain harus lebih cepat. Baik dari segi antisipasi maupun reaksi.
’’Perubahan akan jauh lebih banyak ke game teknik. Bukannya fisik nggak perlu. Hanya, persentasenya bisa 60–70 persen lebih ke arah teknik,’’ jelas pelatih 57 tahun tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
