Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 April 2020 | 14.40 WIB

Fokus Tunggal Putri Indonesia Saat Ini Adalah Penguatan Fisik

WANG ZHAO / AFP KURANG KONSISTEN: Gregoria Mariska Tunjung saat melawan Akane Yamaguchi di semifinal Piala Sudirman 2019 (25/5/2019). Tunggal putri harus memanfaatkan jeda kompetisi ini untuk memperbaiki fisik. - Image

WANG ZHAO / AFP KURANG KONSISTEN: Gregoria Mariska Tunjung saat melawan Akane Yamaguchi di semifinal Piala Sudirman 2019 (25/5/2019). Tunggal putri harus memanfaatkan jeda kompetisi ini untuk memperbaiki fisik.

JawaPos.com – Masa vakum BWF Tour seperti sekarang ini paling disyukuri skuad tunggal putri pelatnas bulu tangkis Indonesia. Gregoria Mariska Tunjung dkk jadi punya lebih banyak waktu untuk memperbaiki diri sebelum terjun lagi di berbagai turnamen.

Momennya juga tepat. Sebab, di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), para pemain lebih banyak mendapat materi penguatan fisik. Ini cocok dengan kebutuhan tim tunggal putri. Yang memang ketahanan fisiknya masih sering menjadi batu sandungan kala melawan pemain unggulan.

Saat ini, Gregoria dkk berlatih secara mandiri di Pelatnas Cipayung. Rionny Mainaky, sang pelatih, memantau perkembangan mereka lewat video. ’’Sebelum saya pulang dari pelatnas, saya sudah bertemu mereka. Saat itu sudah saya beri gambaran latihan mereka seperti apa saja,’’ ungkap Rionny kemarin.

’’Saya fokuskan ke penguatan fisik. Dalam setiap menu latihan harus full dan lebih memaksakan diri lagi,’’ jelasnya.

Jorji, sapaan akrab Gregoria, menduduki peringkat ke-20 klasemen kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Namun, untuk sementara, dia lolos ke Olimpiade karena aturan satu negara hanya bisa mengirim dua wakil di satu sektor. Dia naik ke posisi ke-15. Namun, posisi itu belum aman, karena kualifikasi belum selesai.

’’Untuk target, saya bukan mengarahkan ke Olimpiade ya. Semua tahu saat ini kemampuannya seperti apa. Tetapi, dia bisa menghadapi pemain unggulan,’’ papar Rionny. ’’Saya ingin fokuskan dia untuk mencari gelar. Di turnamen level berapa saja. Kalau ditargetkan juara, gelar itu bisa menambah rasa percaya dirinya,’’ lanjut pelatih kelahiran 11 Agustus 1966 itu.

Jorji memang sering bikin geregetan jika melawan pemain unggulan. Sering kali dia unggul pada game pertama, kecolongan pada game kedua, lalu dihajar pada game penentuan. Itu semua terjadi karena kalah fisik dan mentalitas.

Misalnya di All England 2020 lalu. Jorji mampu mengimbangi Tai Tzu-ying pada babak kedua. Pemain nomor satu dunia itu dipaksanya bermain ketat pada game pertama. Menurut Rionny, kalah mental jadi alasan Jorji menyerah 20-22. Alhasil, pada game kedua, dia lebih mudah takluk 16-21.

Jika pandemi Covid-19 ini segera berlalu, Piala Uber bakal menjadi turnamen pertama yang diikuti Jorji dkk. Turnamen beregu antarnegara itu rencananya digelar di Aarhus, Denmark, pada 15–23 Agustus. Faktanya, pemerintah Denmark melarang adanya kegiatan berskala besar hingga akhir Agustus 2020. Dengan begitu, ada kemungkinan Piala Thomas dan Uber 2020 diundur lagi.

Jorji senang jika hal itu terjadi. ’’Memang bagusnya mundur supaya benar-benar kondisinya memungkinkan untuk gelar pertandingan lagi,’’ kata pemain 20 tahun itu.

Namun, seandainya jadi digelar Agustus pun, dia siap menjaga performa.

’’Pastinya harus jaga semuanya. Karena Uber ini kan jadi ajang pertama setelah sekian lama absen,’’ tegasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore