Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Maret 2020 | 03.31 WIB

Tetap Ikuti Race, Walaupun dalam Kondisi Hamil Enam Bulan

Marrisa Widiyanti seusai mengikuti Womens 10k di kawasan Jakarta Selatan 8/3/2020. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos. - Image

Marrisa Widiyanti seusai mengikuti Womens 10k di kawasan Jakarta Selatan 8/3/2020. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.

JawaPos.com-Hari Perempuan Internasional terasa istimewa bagi Marrisa Widiyanti. Dia tak mau melewatkan race Women’s 10K meski sedang hamil enam bulan. Itu adalah race ketiga yang diikutinya sejak berbadan dua.

---

Race bertajuk The Ultimate Sana Urban Picnic: Women’s 10K di Cipete, Jakarta, diselesaikan Icha –sapaan Marrisa Widiyanti– dalam waktu 1 jam 4 menit. Lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya, yaitu 1 jam 15 menit.

Biasanya Icha mampu menyelesaikan 10K kurang dari satu jam. Karena sedang hamil, dia tak berani lari dengan pace normal.

Selama race, Icha tidak menemui kendala apa pun. ’’Kali ini aku nggak terlalu muluk. Yang penting bisa finis dan tidak terjadi apa-apa. Sebab, yang utama adalah keselamatanku dan bayiku,’’ ungkap perempuan 33 tahun itu.

Bagi Icha, kehamilan kali ini cukup berwarna. Sebelum race tersebut, dia pernah mengikuti dua race lain saat hamil. Di Astra Half Marathon, dia mencoba kategori 10K. Bahkan, Icha meraih podium ketiga.

Dia juga pernah mengikuti kategori full marathon di Chicago Marathon. Hanya, saat itu Icha belum tahu bahwa dirinya hamil. Setelah pulang, Icha baru mengetahui sudah berbadan dua selama lima minggu.

’’Di kehamilan kedua ini, aku nggak boleh malas seperti saat hamil anak pertama. Aku sudah janji harus lebih sehat, aktif, dan menjaga fitness level selama hamil. Jadi, saat melahirkan, secara fisik dan mental aku kuat. Itu juga biar nggak mengulang semua dari nol lagi,’’ paparnya.

Di media sosial, tak jarang Icha mendapat pertanyaan seputar keamanan lari saat hamil. Dia pun menjelaskan bahwa semua kembali pada kondisi tubuh masing-masing. Icha juga rajin berkonsultasi dengan dokter.

’’Dari dokter, enggak ada larangan. Kondisi fisikku memang memungkinkan untuk lari. Kalau nggak memungkinkan, ya pasti dilarang. Ketakutan sih ada. Tapi, aku percaya sama badanku dan selalu mendengarkan badanku. Misalnya, kalau di tengah jalan nggak kuat, enggak usah dilanjutin. Keputusan DNF demi kebaikan, itu malah wise banget,’’ terang perempuan yang aktif berlari sejak 2013 itu.

Setelah ini, Icha ingin tetap rutin berlari. Namun, dia akan mengurangi race. Dengan perkiraan melahirkan Juni mendatang, Icha sudah berencana come back dalam Borobudur Marathon.

Dia mengambil kategori 10K. Tahun depan, Icha juga ingin mengikuti Tokyo Marathon. Dia sudah lima kali gagal mendapat slot.

’’Target mengejar kualifikasi Boston Marathon. Nggak tahu nanti saat umur berapa. Masih kurang banyak selisihnya dari personal best-ku,’’ ujarnya.

TRIVIA ICHA

2013

HALO FIT RUN, 10K

1 jam 14 menit

2015

BALI MARATHON, HM

2 jam 35 menit

2016

BALI MARATHON, FM

5 jam 45 menit

JAKARTA MARATHON, HM

2 jam 7 menit

BTS ULTRA, 70K

18 jam 5 menit

2017

WEST JAVA MARATHON, HM

1 jam 58 menit 42 detik

JAKARTA MARATHON, FM

4 jam 57 menit 2 detik

2018

BERLIN MARATHON FM

4 Jam 30 Menit 20 Detik

2019

WEST JAVA MARATHON, HM

1 jam 54 menit 53 detik

CHICAGO MARATHON, FM

3 jam 54 menit 29 detik (personal best)

2020

ASTRA HALF MARATHON, 10K

49 menit 52 detik (3rd place)

WOMEN’S 10K

1 jam 4 menit

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore