Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2019 | 18.05 WIB

Naturalisasi Pemain Kanada Terancam Gagal, Timnas Waswas

Gabriel Sophia (dua dari kanan), pemain timnas basket putri Indonesia saat bertanding melawan tim Taiwan Power di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (17/11). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos - Image

Gabriel Sophia (dua dari kanan), pemain timnas basket putri Indonesia saat bertanding melawan tim Taiwan Power di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (17/11). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JawaPos.com-Berkebalikan dengan timnas basket putra, timnas putri lebih percaya diri berlaga di SEA Games 2019. Persiapan tim besutan Lori Chizik itu cukup matang. Mereka melakukan empat kali uji coba melawan Taiwan Power Company. Dalam sparing yang digelar di GOR Kertajaya, Surabaya, pekan lalu itu, Gabriel Sophia dkk menyapu bersih kemenangan.

Hasil tersebut tidak hanya bagus untuk pemantapan tim. Tapi juga menguatkan mental pemain. ’’Kami memang membutuhkan uji coba ini. Kalau cuma sparing menghadapi rekan sendiri, itu sangat sulit. Jadi, ini bagus untuk mengubah beberapa hal yang masih kurang,’’ kata Chizik. ’’Anak-anak bisa bermain dan bekerja sebagai tim,’’ tambah pelatih asal Kanada tersebut.

Memang masih ada cela dalam skuadnya. Terutama saat defense. Pada uji coba, mereka masih lengah. Apalagi ketika laga memasuki kuarter akhir. Konsistensi mereka menurun. Hal tersebut bakal menjadi fokus Chizik pada sisa waktu sebelum terbang ke Filipina.

’’Mereka harus jaga komunikasi, terutama saat bertahan. Defense kami sebenarnya sudah cukup bagus. Tapi, kami akan terus memperbaiki,’’ ulas Chizik. ’’Sementara itu, penyerangan juga bakal diperbaiki karena timing mereka kadang terlalu lambat. Kami akan cari solusinya,’’ lanjut dia.

Untuk fisik, tidak ada masalah berarti. Lori memastikan skuadnya siap 100 persen. ’’Saya memang ingin mereka bermain cepat. Dan saya pikir kebugaran pemain sudah pada level terbaiknya,’’ jelas Lori.

Hanya ada satu masalah. Kimberly Pierre-Louis, pemain asal Kanada yang sedang dalam proses naturalisasi, terancam batal memperkuat timnas. Sebab, naturalisasinya belum rampung. Tanpa dia, ketajaman tim akan berkurang. Selama uji coba melawan klub Taiwan, pemain bertinggi badan 183 cm itu menjadi senjata utama.

Chizik sudah mengantisipasi apabila Pierre-Louis gagal tampil di SEA Games. Bahkan, dalam laga uji coba ketiga, Lori menjajal kekuatan timnya tanpa pemain 26 tahun itu. Memang ada pengaruh signifikan. Namun, dia percaya kepada pemain pelapis yang sudah disiapkan. Gabriel Sophia, Husna Aulia, Yuni Anggraeni, dan Dora Lovita siap mengisi posisi Pierre-Louis.

’’Kami masih terus menunggu (proses naturalisasi Kim). Tetapi sangat sulit. Apalagi ini sudah sangat mepet. Kami bingung meminta bantuan kepada siapa untuk hal ini,’’ sambat Chizik.

Sementara itu, soal target, Chizik tak mau anak asuhnya terpaku dengan target. ’’Kami memang tak pernah bicara secara spesifik untuk raih medali emas. Tapi, kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,’’ jelas dia.

Seperti timnas putra, Chizik menganggap Filipina sebagai batu sandungan utama.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore