
Gabriel Sophia (dua dari kanan), pemain timnas basket putri Indonesia saat bertanding melawan tim Taiwan Power di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (17/11). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com-Berkebalikan dengan timnas basket putra, timnas putri lebih percaya diri berlaga di SEA Games 2019. Persiapan tim besutan Lori Chizik itu cukup matang. Mereka melakukan empat kali uji coba melawan Taiwan Power Company. Dalam sparing yang digelar di GOR Kertajaya, Surabaya, pekan lalu itu, Gabriel Sophia dkk menyapu bersih kemenangan.
Hasil tersebut tidak hanya bagus untuk pemantapan tim. Tapi juga menguatkan mental pemain. ’’Kami memang membutuhkan uji coba ini. Kalau cuma sparing menghadapi rekan sendiri, itu sangat sulit. Jadi, ini bagus untuk mengubah beberapa hal yang masih kurang,’’ kata Chizik. ’’Anak-anak bisa bermain dan bekerja sebagai tim,’’ tambah pelatih asal Kanada tersebut.
Memang masih ada cela dalam skuadnya. Terutama saat defense. Pada uji coba, mereka masih lengah. Apalagi ketika laga memasuki kuarter akhir. Konsistensi mereka menurun. Hal tersebut bakal menjadi fokus Chizik pada sisa waktu sebelum terbang ke Filipina.
’’Mereka harus jaga komunikasi, terutama saat bertahan. Defense kami sebenarnya sudah cukup bagus. Tapi, kami akan terus memperbaiki,’’ ulas Chizik. ’’Sementara itu, penyerangan juga bakal diperbaiki karena timing mereka kadang terlalu lambat. Kami akan cari solusinya,’’ lanjut dia.
Untuk fisik, tidak ada masalah berarti. Lori memastikan skuadnya siap 100 persen. ’’Saya memang ingin mereka bermain cepat. Dan saya pikir kebugaran pemain sudah pada level terbaiknya,’’ jelas Lori.
Hanya ada satu masalah. Kimberly Pierre-Louis, pemain asal Kanada yang sedang dalam proses naturalisasi, terancam batal memperkuat timnas. Sebab, naturalisasinya belum rampung. Tanpa dia, ketajaman tim akan berkurang. Selama uji coba melawan klub Taiwan, pemain bertinggi badan 183 cm itu menjadi senjata utama.
Chizik sudah mengantisipasi apabila Pierre-Louis gagal tampil di SEA Games. Bahkan, dalam laga uji coba ketiga, Lori menjajal kekuatan timnya tanpa pemain 26 tahun itu. Memang ada pengaruh signifikan. Namun, dia percaya kepada pemain pelapis yang sudah disiapkan. Gabriel Sophia, Husna Aulia, Yuni Anggraeni, dan Dora Lovita siap mengisi posisi Pierre-Louis.
’’Kami masih terus menunggu (proses naturalisasi Kim). Tetapi sangat sulit. Apalagi ini sudah sangat mepet. Kami bingung meminta bantuan kepada siapa untuk hal ini,’’ sambat Chizik.
Sementara itu, soal target, Chizik tak mau anak asuhnya terpaku dengan target. ’’Kami memang tak pernah bicara secara spesifik untuk raih medali emas. Tapi, kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,’’ jelas dia.
Seperti timnas putra, Chizik menganggap Filipina sebagai batu sandungan utama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
